Sunday, August 6, 2017

Gapura Tenda 15 dan 20 Tongkat Bentuk Segilima

Gapura Tenda 15 dan 20 Tongkat Bentuk Segilima

Gapura tenda dengan 15 tongkat dan 20 tongkat ini sederhana tapi cukup unik. Sederhana karena keseluruhannya menggunakan tongkat pramuka yang berukuran 160 cm. Unik karena gapura tenda perkemahan pramuka ini sekilas membentuk segilima. Keunikan lainnya, gapura kemah ini dapat didirikan tanda harus menanam kaki tenda sehingga dapat sebagai pionering sederhana.

Jumlah tongkat yang dibutuhkan untuk mendirikan gapura perkemahan ini 15 batang tongkat pramuka. Namun juga dapat dimodifikasi sehingga menjadi 20 tongkat pramuka. Dengan kreatifitas masing-masing jumlah tongkat yang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Desain gapura tenda dengan 15 tongkat ini Pramukaria dapatkan dari akun youtube Sendiko Organizer. Oleh Admin Pramukaria kemudian digambar ulang untuk ilustrasi artikel ini. Termasuk kemudian dimodifikasi dengan menggunakan 20 tongkat pramuka.

1. Gapura Tenda dengan 15 Tongkat Pramuka


Penampakan gambar gapura tenda dengan 15 tongkat pramuka yang membentuk segilima ini adalah sebagai berikut.

Gapura Tenda dengan 15 Tongkat Pramuka

Untuk membuat bagian kaki gapura, sambung dua tongkat dengan menggunakan ikatan canggah. Satu kaki terdiri atas dua tongkat bersambung. Yang harus diperhatikan saat menyambung tongkat, bagian kaki yang sebelah luar harus dibuat lebih pendek dengan cara memperpanjang bagian yang diikat dengan ikatan canggah. Ikat ujung atas kedua tongkat bersambung tersebut dan bentuk seperti pada gambar.

Dengan cara yang sama buat juga kaki gapura satunya.

Setelah sepasang kaki tenda selesai, sekarang buatlah bagian atap tenda. Bagian ini terdiri atas dua sambungan tongkat yang masing-masing terbuat dari dua tongkat yang disambung dengan ikatan canggah.

Dengan menggunakan dua tongkat pramuka atur dan pasang bagian atap ini sedemikian rupa sehingga menjadi seperti dalam gambar. Gunakan ikatan silang dan ikatan palang untuk menautkan bagian-bagian gapura.

Jangan lupa untuk menambah tongkat kelima belas sebagai tiang bendera tepat di tengah-tengah atap gapura.

Untuk memperkuat gapura, pasang sepasang tali dari tiang bendera di tengah-tengah gapura dan ikatkan ke kedua bagian kaki gapura sebelah atas.

Untuk mendirikan tenda, pasang sepasang tali pada masing-masing ujung atas kaki gapura dan pasang ke pasak yang ditanamkan ke tanah.

Agar gapura terlihat lebih indah bisa ditambahkan beberapa aksesoris lainnya. Termasuk dengan menambah tali dari atas bagian kaki gapura dan menariknya ke bawah bagian depan kaki gapura. Dengan menambahkan jalinan tali antara tali tadi dan kedua tongkat kaki gapura, kaki gapura bisa membentuk tiang segitiga. Sehingga gapura terkesan lebih gagah.

2. Gapura Tenda dengan 20 Tongkat Pramuka


Gapura tenda kemah pramuka dengan 20 tongkat pramuka merupakan pengembangan dari gapura 15 tongkat di atas. Penampakan seperti gambar berikut ini.

Gapura Tenda dengan 20 Tongkat Pramuka

Empat tongkat ditambahkan untuk membuat sayap, sebanyak dua tongkat di masing-masing kaki gapura. Sayap ini selain memperindah juga dapat memperkuat gapura. Sedangkan satu tongkat lagi ditambahkan untuk memperpanjang tiang bendera yang ada di bagian atas gapura.

Di bagian sayap gapura tenda dapat ditambahkan aksesoris berupa nama regu ataupun tali yang dijalin layaknya membuat dragbar pramuka.


3. Model Gapura Pramuka Lainnya


Selain kedua model gapura tenda sebagaimana di atas, sebelumnya Blog Pramukaria juga telah memposting beberapa model gapura untuk perkemahan pramuka. Model-model gapura tersebut antara lain adalah:

Itulah model gapura tenda 15 dan 20 tongkat. Pun beberapa model gapura perkemahan lainnya. Semoga gambar model tersebut dapat menginspirasi para pramuka dalam mencipta dan menkreasikan pionering gapura lainnya.

Saturday, February 18, 2017

Pertolongan Pertama pada Orang Pingsan

Pertolongan Pertama pada Orang Pingsan

Pertolongan pertama pada orang pingsan adalah cara menangani orang pingsan dan memberikan pertolongan pertama. Dalam berpramuka, kerap kali dijumpai anggota pramuka yang pingsan. Pun dalam kehidupan sehari-hari. Seorang anggota pramuka sudah selayaknya dapat memberikan pertolongan pertama terhadap orang pingsan.

Alih-alih menjadi panik, pramuka harus bisa menangani orang pingsan. Memberikan pertolongan untuk mengembalikan kesadaran orang pingsan, termasuk salah satu scouting skill yang harus dikuasai.

Pingsan adalah suatu kondisi dimana terjadi hilangnya kesadaran sementara secara mendadak. Kondisi ini disebabkan oleh berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Dalam istilah medis, pingsan disebut sebagai sinkop.


Orang yang pingsan biasanya ditandai dengan gejala-gejala awal seperti:

  • rasa pusing
  • berkurangnya penglihatan atau pandangan kabur
  • telinga berdenging (tinitus)
  • rasa panas
  • berkeringat dingin
  • menguap dan terasa mual


1. Cara Menangani Orang Pingsan


Kesadaran orang pingsan biasanya akan kembali dalam beberapa saat. Namun jika tidak perlu dilakukan pertolongan pertama terhadap orang pingsan agar kembali sadar. Cara menangani orang pingsan yang dapat dilakukan antara lain:
  • Jika tidak terdapat luka lain yang berbahaya, pindahkan korban ke tempat yang lebih teduh dan berudara segar (sirkulasi udara lancar)
  • Baringkan korban di tempat yang datar, jika perlu letakkan kaki lebih tinggi dari kepala.
  • Jika tidak memungkinkan untuk berbaring, dudukkan korban dan posisikan kepala di antara lutut.
  • Apabila korban muntah, miringkan kepala korban sehingga muntahan dapat keluar dan tidak mengganggu aliran pernafasan.
  • Kendurkan pakaian atau aksesoris ketat yang dikenakan korban seperti ikat pinggang, jilbab, sepatu agar sirkulasi darah dan pernafasan lancar.
  • Berikan bau-bauan yang menyengat seperti minyak kayu putih, amoniak, minyak wangi, bawang putih dan sejenisnya untuk merangsang kesadarannya.
  • Setelah kesadaran korban pulih, biarkan tetap berbaring antara 5-10 menit (jangan langsung berdiri).
  • Setelah siuman, dapat juga diberikan minum air putih (jangan dingin) atau teh manis hangat.

Jika korban pingsan tidak lekas sadar atau terdapat gejala dan luka-luka lain, bawalah ke puskesmas, dokter, atau petugas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.


2. Jika Merasa Akan Pingsan


Jika diri sendiri merasa akan pingsan atau merasakan gejala-gejala awal pingsan seperti tersebut di atas, ada beberapa beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah diri sendiri pingsan. Hal-hal yang dapat dilakukan tersebut antara lain.
  • Berpindah ke tempat yang teduh dan bersirkulasi udara lancar
  • Duduk atau berbaring dan tunggulah hingga merasa lebih baik lalu bangkitlah secara perlahan
  • Jika duduk, tempatkan kepala di antara kedua lutut
  • Minumlah air putih secara perlahan

Beberapa hal pokok yang dapat dilakukan dalam memberikan pertolongan pertama pada korban pingsan atau cara menangani orang yang pingsan tersebut sudah selayaknya dikuasai oleh seorang pramuka. Sehingga ketika mengalami kejadian tersebut tidak menjadi panik dan dapat memberikan pertolongan dengan tepat.

Sunday, January 15, 2017

Membuat dan Membaca Sandi Si Kecil yang Berjasa

Membuat dan Membaca Sandi Si Kecil yang Berjasa

Satu lagi sandi pramuka yang cukup mengasikkan adalah sandi yang bisa disebut sebagai "Sandi Si Kecil yang Berjasa". Penamaan sandi ini sebagai Si Kecil yang Berjasa karena dalam membuat dan memecahkan (membaca) sandi ini berpedoman pada perbedaan penggunaan huruf dimana ada huruf yang ditulis secara 'kapital' (besar) dan ada pula yang ditulis dengan huruf kecil.

Untuk membuat Sandi Si Kecil yang Berjasa tidak terlau sulit. Meski demikian, sebagaimana sandi-sandi lain yang kerap digunakan di kepramukaan, sandi ini cukup mengasikkan untuk dipecahkan. Tidak mengherankan jika kemudian jenis sandi ini kerap menjadi pilihan dalam berbagai kegiatan kepramukaan baik untuk Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak, maupun Pramuka Pandega.

Karena itu, Blog Pramukaria akan mengulas bagaimana cara membuat dan membaca (memecahkan) Sandi Si Kecil yang Berjasa ini.

Baca juga berbagai jenis sandi dalam kepramukaan lainnya:


1. Contoh Sandi Si Kecil yang Berjasa


Untuk mengenali sandi ini tidak terlalu sulit. Bisa langsung dilihat dari soal sandi yang penulisan kata-katanya merupakan gabungan antara huruf kapital (besar) dan huruf kecil yang saling acak. 

Bisa juga diketahui dari penggunaan kata kunci sandi yang umumnya menyertakan kata kecil. Contoh kata kunci yang kerap digunakan:
  1. Jangan pernah sekali-kali adik meremehkan 'orang kecil'
  2. Kecil-kecil cabe rawit biar kecil pedas rasanya.
  3. 'Kecil' orangnya tapi besar sekali nyalinya
Contoh soal Sandi Si Kecil yang Berjasa adalah sebagaimana gambar berikut ini.

Sandi Si Kecil yang Berjasa

2. Cara Membaca Sandi Si Kecil yang Berjasa


Untuk membaca sandi Si Kecil yang Berjasa cukup mudah. Coret (hapus) semua huruf kapital hingga menyisakan huruf-huruf yang ditulis dengan huruf kecil saja.

Dari contoh pada gambar di atas, soal Sandi Si Kecil yang Berjasa ini adalah "SAma KAu gaK PEDulI NyAMuk GiGIT kuLItKU pEraSAANmu kUaT". Coret semua huruf kapital (besar) seperti pada kata "SAma" dicoret hingga menjadi "SAma" (ma) dan kata "KAu" menjadi "KAu" (u).

Lakukan pada semua kata pada soal yang disediakan. Kemudian susunlah huruf-huruf yang tersisa (huruf kecil) menjadi kalimat yang terbaca dengan benar.

Untuk lebih memahami cara membuat dan membaca Sandi Si Kecil yang Berjasa, simak video berikut ini.


Demikianlah cara membuat dan membaca Sandi Si Kecil yang Berjasa. Sandi sederhana dan mudah tetapi sangat mengasyikkan. Selamat berkreasi dengan Sandi Si Kecil yang Berjasa.

Saturday, October 10, 2015

Teknik Menentukan Azimuth dan Back Azimuth pada Kompas Peta

Teknik Menentukan Azimuth dan Back Azimuth pada Kompas Peta

Teknik menentukan azimuth dan back azimuth merupakan sebuah teknik dasar yang harus dikuasai dalam peta kompas atau navigasi darat. Dengan kata lain saat melakukan navigasi darat (teknik menentukan posisi di peta dan medan berupa daratan) dengan menggunakan kompas dan peta diperlukan kemampuan dalam menentukan azimuth dan back azimuth. Selain azimuth dan back azimuth, teknik lainnya yang harus dikuasai adalah orientasi peta, resection, dan intersection.

Bagi seorang pramuka dan penggiat alam bebas lainnya (seperti pencinta alam), teknik-teknik dasar navigasi darat, termasuk cara menentukan azimuth dan back azimuth akan sangat penting untuk dikuasai. Ini agar kegiatan penjelajahan dan petualangan di alam terbuka dapat berlangsung dengan lancar. Karena itu tidak mengherankan jika kemampuan ini kemudian menjadi salah satu syarat dalam SKU Pramuka Penegak Bantara.

Dalam artikel kali ini, Kakak hanya akan membatasi pembahasan pada teknik menentukan azimuth dan back azimuth. Sedang teknik dasar lainnya akan dibahas dalam artikel tersendiri.


Seorang pramuka sedang menguukur azimuth
Seorang pramuka sedang menguukur azimuth

Mengenal Azimuth dan Back Azimuth


Apa sih azimuth dan back azimuth? Azimuth, dalam bahasa Indonesia kata yang benar adalah azimut (lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia). Azimuth atau disebut juga sebagai sudut kompas adalah besar sudut yang tercipta antara satu titik dengan arah utara dari Sang Pengamat yang dihitung searah dengan jarum jam. Jika kita membidik suatu obyek atau tanda di lapangan (dengan menggunakan kompas), dan memperoleh sudut yang tercipta antara obyek dengan arah utara, maka sudut itulah yang disebut sebagai azimuth.

Sedangkan back azimuth adalah kebalikan dari azimuth yaitu sudut yang terbentuk berbalik dari azimuth atau berlawanan dengan arah jarum jam. Back azimuth disebut juga sebagai back reading atau sasaran balik.

Azimut terdiri atas tiga macam, yaitu :

  1. Azimuh sebenarnya, yaitu besar sudut yang terbentuk antara utara sebenarnya (utara yang mengarah pada kutub utara bumi) dengan titik sasaran.
  2. Azimuh magnetis, yaitu besar sudut yang terbentuk antara utara magnetik (ditunjukan oleh jarum kompas) dengan titik sasaran.
  3. Azimuh peta, yaitu besar sudut yang terbentuk antara utara peta (utara pada peta) dengan titik sasaran.

Azimuth dan back azimuth dinyatakan dalam satuan derajat. Contoh penulisannya secara lengkap adalah 211°30'20", dibaca sebagai 211 derajat, lebih 30 menit, lebih 20 detik. (60 detik = 1 menit dan 60 menit = 1 derajat). Baca : Arah Mata Angin dan Kompas.

Azimuth dan Back Azimuth
Azimuth dan Back Azimuth


Cara Menentukan Azimuth dan Back Azimuth


Untuk menentukan sudut azimuth cukup mudah. Caranya cukup dengan membidikkan kompas pada obyek atau tanda di lapangan yang dituju. Besaran derajat (arah) yang didapat tersebutlah yang disebut sebagai azimuth. Namun sebelumnya kita harus mengetahui dan memastikan posisi kita di peta atau yang biasa disebut sebagai teknik orientasi medan. Sehingga kita dapat memindahkan atau menggambar azimuth tersebut di atas peta.

Sedangkan untuk menentukan back azimuth atau sasaran balik, gunakan penghitungan :

  1. Bila azimut lebih dari 180°, maka back azimuth-nya adalah azimut dikurangi 180°. Contoh, azimuth yang diperoleh 275° maka back azimuth-nya adalah 265° - 180° = 85°.
  2. Bila azimuth kurang dari 180°, maka back azimut-nya adalah azimuth ditambah 180°. Contoh, azimuth yang diperoleh 82° maka back azimut-nya adalah 82° + 180° = 262°.
  3. Bila azimuth tepat 180°, maka back azimutnya adalah 0° atau 360°.
Di atas telah dijelaskan bahwa azimuth terdiri atas tiga macam, sesuai dengan macam utara. Yaitu utara sebenarnya (utara yang mengarah pada kutub utara bumi), utara magnetik (ditunjukan oleh jarum kompas), dan utara peta. Hal ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh jika selisih sudutnya sangat kecil, seperti di Indonesia. Akan tetapi pada beberapa tempat, selisih sudut/deklinasi sangat besar sehingga perlu dilakukan perhitungan koreksi sudut saat memasukkan hasil penghitungan azimuth ke peta.

Itulah tadi pengertian tentang azimuth dan back azimut serta teknik untuk menentukan azimuth dan back azimut. Semoga salah satu scouting skill terkait navigasi darat ini bermanfaat bagi pramuka utamanya saat melakukan petualangan di alam terbuka.

Sunday, September 27, 2015

Cara Memperkirakan Waktu Tanpa Melihat Jam

Cara Memperkirakan Waktu Tanpa Melihat Jam

Cara memperkirakan waktu tanpa melihat jam menjadi salah satu syarat pencapaian SKU pramuka penegak bantara. Point ke-13 dalam Syarat Kecakapan Umum Penegak Bantara tersebut adalah "Dapat menggunakan jam, kompas, tanda jejak dan tanda-tanda alam lainnya dalam pengembaraan". Salah satu pencapaian SKU-nya adalah dapat memperkirakan waktu tanpa melihat jam yang dilakukan saat pengembaraan. Disamping itu disyaratkan pula harus dapat menjelaskan bagian-bagian dari kompas, azimuth dan back azimuth, resection dan intersection, serta dapat membaca dan membuat tanda jejak dan tanda alam serta membuat peta perjalanannya.

Baca juga :


Memperkirakan waktu tanpa menggunakan jam dapat memiliki dua arti sekaligus. Yang pertama adalah mampu memperkirakan saat ini telah pukul berapa. Yaitu dapat menyebutkan (secara mengira-kira) saat ini telah pukul (jam) berapa, sudah pagi, siang, sore, atau malam. Yang kedua adalah memperkirakan lamanya waktu yang telah berjalan. Yaitu dapat memperkirakan lamanya waktu, semisal satu menit, sepuluh menit, atau setengah jam dan satu jam. Kedua-duanya dilakukan tanpa bantuan jam dan alat penentu waktu lainnya.

Teknik kepramukaan (scouting skill) memperkirakan waktu ini penting dikuasai oleh para pramuka, utamanya penegak dan pandega, saat berada di alam bebas, melakukan pengembaraan, ataupun dalam situasi darurat yang membutuhkan kemampuan survival di alam bebas.

Menentukan waktu tanpa jam


Cara Memperkirakan Waktu Tanpa Menggunakan Jam


Untuk dapat menentukan waktu tanpa menggunakan jam, seorang pramuka dapat berpedoman dengan matahari dan keberadaan bintang. Penggunaan matahari sebagai penanda waktu ini juga kerap dipakai dalam penentuan masuknya waktu sholat. Berikut beberapa hal pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam menentukan waktu atau jam berdasarkan matahari.

  • Terbitnya fajar yang ditandai dengan adanya sinar merah di langit sebelah timur yang cahayanya sudah semakin merata di langit. Ini merupakan waktu shalat subuh yang biasanya menunjukkan waktu antara jam 04.00 - 04.30.
  • Terbitnya matahari. Menunjukkan waktu sekitar jam 05.00 - 05.30.
  • Panjang bayangan sama dengan bendanya pada pagi hari. Ini menunjukkan waktu sekitar jam 09.00
  • Tengah hari yang ditandai dengan bayangan sebuah benda yang tegak lurus akan menghilang, tepat di bawah benda, atau statis tidak memanjang / memendek hingga beberapa saat. Ini menunjukkan waktu sekitar jam 11.30 - 12.00.
  • Panjang bayangan sama dengan bendanya pada sore hari. Ini menunjukkan waktu shalat ashar yang biasanya menunjukkan waktu antara jam 14.45 - 15.15
  • Terbenamnya matahari yang ditandai dengan dengan warna kemerah-merahan di langit. Ini menunjukkan waktu shalat maghrib atau waktu antara jam 17.30 - 18.00
  • Hilangnya warna kemerah-merahan di langit saat sore hari. Ini menunjukkan waktu shalat isyak atau waktu sekitar jam 19.00
Ketentuan-ketentuan di atas hanya kira-kira saja. Di daerah lain bisa jadi memiliki sedikit selisih. Pun antara satu bulan dengan bulan lainnya (dalam satu tahun) pun akan mengalami selisih waktu. Sehingga dibutuhkan pengamatan langsung dan pembiasaan.

Termasuk dalam menentukan berapa lama waktu yang berjalan. Dibutuhkan berulang kali latihan dan pembiasaan agar dapat memperkirakan lamanya waktu yang tengah berjalan. Latihan bisa dimulai dengan mengukur waktu yang paling pendek semisal satu menit, lima menit, dan lima belas menit. Kemudian ditingkatkan untuk berlatih lamanya waktu selama setengah jam atau satu jam.

Tuesday, September 8, 2015

Jenis, Bagian, dan Fungsi Kompas

Jenis, Bagian, dan Fungsi Kompas

Artikel jenis, bagian, dan fungsi kompas ini menjelaskan tentang jenis-jenis kompas, bagian-bagian kompas, dan fungsi kompas. Materi mengenai kompas ini menjadi salah satu scouting skill (teknik kepramukaan) yang sangat diperlukan di kepramukaan. Bagi anggota Gerakan Pramuka, pengenalan dan penguasaan terhadap kompas menjadi penting dalam berbagai kegiatan lapangan.

karena itu tidak mengherankan jika kemudian tentang jenis-jenis kompas,bagian-bagian kompas, dan fungsi kompas serta cara menggunakan kompas tertera sebagai syarat kecakapan di berbagai jenjang SKU Pramuka. Baik pada SKU Siaga, SKU Penggalang, maupun SKU Penegak.

Dalam SKU Pramuka Siaga Tata, syarat ke-22 disebutkan bahawa : "dapat menunjuk 8 macam arah mata angin dengan menggunakan kompas". Dalam SKU Pramuka Penggalang materi tentang kompas tertera sebagai syarat untuk :

  1. SKU Penggalang Ramu, syarat ke-24 yang berbunyi :  Dapat menjelaskan kompas, menaksir tinggi dan lebar, dengan pencapaian, antara lain :
    1. Dapat menyebut 16 arah mata angin dan besaran derajatnya dengan kompas
    2. Tahu dan dapat menyebut jenis-jenis kompas
    3. Dapat menjelaskan alasan jarum magnet kompas selalu ke arah Utara
    4. Dapat menunjukkan arah mata angin tanpa menggunakan kompas
  2. SKU Penggalang Rakit, syarat ke-24 yang berbunyi : Dapat menggunakan kompas dan membuat Peta Pita, manaksir kecepatan arus dan kedalaman, dengan pencapaian antara lain:
    1. Dapat menunjukkan 16 arah mata angin dengan menggunakan kompas
    2. Dapat membuat peta pita dengan bantuan kompas

Juga dalan SKU Penegak Bantara, syarat ke-13 yang berbunyi : Dapat menggunakan jam, kompas, tanda jejak dan tanda-tanda alam lainnya dalam pengembaraan, dengan pencapaian, antara lain: Menjelaskan bagian-bagian dari kompas, azimuth dan back azimuth, resection dan intersection.

Terlihat pentingnya scouting skill atau teknik kepramukaan pengenalan dan penguasaan kompas bagi pramuka hingga materinya perlu diulang dalam berbagai tingkatan SKU.

Mengenal Pengertian dan Fungsi Kompas


Kompas adalah alat navigasi untuk menetapkan arah mata angin. Prinsip kerjanya berupa panah penunjuk magnetis yang memberikan rujukan arah tertentu yang menyelaraskan dengan medan magnet bumi secara akurat. Fungsi utama kompas adalah untuk menentukan atau mengetahui arah dan besaran derajat suatu arah. Juga untuk mengetahui lokasi suatu medan berdasarkan peta.

Jenis-Jenis Kompas


Kompas dibedakan menjadi dua jenis yaitu kompas analog dan kompas digital.


  1. Kompas Analog
    Kompas analog adalah kompas yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk oleh para anggota pramuka. Penggunaan kompas analog secara manual, yaitu dengan menyelaraskan jarus kompas yang terdapat di dalamnya. Kompas analog terdiri atas beberapa jenis, seperti:
    1. Kompas Lensa
      Kompas lensa merupakan kompas yang dilengkapi dengan lensa biconcave yang berfungsi untuk mempermudah dalam pembacaannya. Umumnya kompas lensa berbentuk sederhana, ringan, dan harganya lebih murah. Namun validitas pengukuran besarnya sudut kompas kurang akurat.
    2. Kompas Bidik (Kompas Prisma)
      Kompas bidik atau disebut juga sebagai kompas prisma adalah kompas yang berfungsi sebagai pembidik besar derajat pada sebuah medan (bentang alam sebenarnya) untuk diproyeksikan dalam peta. Jenis kompas ini yang sering digunakan dalam kegiatan-kegiatan alam termasuk dalam kepramukaan.
    3. Kompas Orientering (Kompas Silva)
      Kompas orientaring atau kompas silva adalah kompas yang digunakan dalam orientasi (penghitungan dan pembacaan peta secara langsung), Kompas ini umumnya memiliki badan (wadah) transparan memudahkan pembacaan terhadap peta yang ditaruh di bawahnya.
  2. Kompas Digital
    Kompas digital adalah kompas yang bekerja secara digital. Jenis ini biasanya disertakan sebagai sistem navigasi dalam dunia robotika atau dalam gadget-gadget elektronik.
Kompas Bidik
Kompas Bidik

Kompas Bidik
Kompas Bidik

Kompas Lensa
Kompas Lensa

Kompas Silva
Kompas Silva

Bagian-bagian Kompas


Bagian-bagian kompas yang akan kita pelajari kali ini adalah bagian-bagian pada kompas bidik atau kompas prisma karena kompas jenis inilah yang paling sering digunakan dalam kegiatan-kegiatan kepramukaan.

bagian-bagian kompas bidik
bagian-bagian kompas bidik


Kompas bidik memiliki bagian-bagian sebagai berikut:

  1. Dial (permukaan tempat angka dan huruf). Pada dial terdapat satuan derajat mulai dari 0°  360° dan huruf: N (north ), E (east) W, (west), S (south).
  2. Tutup dial dengan dua garis bersudut 45° (dapat di putar)
  3. Visir (lubang dengan kawat halus pembidik sasaran)
  4. Kaca pembesar (untuk melihat derajat kompas)
  5. Jarum penunjuk (selalu menunjuk utara magnet)
  6. Alat penggantung (tempat ibu jari untuk menopang kompas saat membidik).


Cara Menggunakan Kompas Bidik


Cara menggunakan kompas bidik secara lebih detail akan dibahas dalam artikel tersendiri. Secara singkat dan sederhana, cara mengguakan kompas bidik adalah sebagai berikut:

  1. Letakkan Kompas di atas permukaan yang datar, setelah jarum Kompas tidak bergerak maka jarum tersebut menunjuk arah utara magnet.
  2. Bidik sasaran dengan menggunakan visir, melalui celah pada kaca pembesar, setelah itu miringkan kaca pembesar kira-kira bersudut 50° dengan kaca dial.
  3. Apabila visir diragukan karena kurang jelas terlihat dari kaca pembesar, luruskan garis yang terdapat pada tutup dial ke arah visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah terlihat melalui kaca pembesar.
  4. Apabila sasaran bidik 30° maka bidiklah ke arah 30°. Sebelum menuju sasaran, tetapkan terlebih dahulu titik sasaran sepanjang jalur 30°. Carilah sebuah benda yang menonjol/tinggi diantara benda lain disekitarnya, sebab route ke 30° tidak selalu datar atau kering, kadang-kadang berbencah-bencah. Ditempat itu kita melambung (keluar dari route) dengan tidak kehilangan jalur menuju 30°.
  5. Sebelum bergerak ke arah sasaran bidik, perlu ditetapkan terlebih dahulu Sasaran Balik (Back Azimuth atau Back Reading) agar kita dapat kembali kepangkalan apabila tersesat dalam perialanan. Menentukan sasaran balik dengan rumus:
    1. Apabila sasaran kurang dari 180° = ditambah 180°. Contoh: 30° sasaran baliknya adalah 30° + 180° = 210°.
    2. Apabila sasaran lebih dari 1800 = dikurang 180°. Contoh: 240° sasaran baliknya adalah 240° - 180° = 60°
Itulah berbagai hal terkait dengan jenis-jenis kompas, bagian-bagian kompas, fungsi kompas, dan cara menggunakan kompas. Semoga artikel tentang jenis, bagian, dan fungsi kompas ini bisa membantu para pramuka dalam mengenal dan menggunakan kompas sehingga akan mempermudah dalam berbagai teknik kepramukaan atau scouting skill.


Wednesday, September 2, 2015

Gapura Tenda Pionering Setengah Bintang dan Pagar

Gapura Tenda Pionering Setengah Bintang dan Pagar

Melengkapi posting terdahulu tentang gapura tenda model pionering, kali ini pramukaria kembali merancang sebuah gapura tenda pionering. Adalah gapura tenda pionering model Setengah Bintang. Dinamakan setelah bintang karena bentuk pionering gapaura ini terispirasi dari bintang segilima. Penampakannya pun menyerupai separo bagian atas dari bintang segilima. Model gapura ini juga dilengkapi dengan pagar di kedua sisi kiri dan kanan.

Untuk membuat gapura ini bisa mempergunakan bambu dengan ukuran-ukuran tertentu. Namun juga bisa mempergunakan "full tongkat pramuka" (gapura dibuat dari tongkat pramuka secara keseluruhan). Bahkan untuk membuat pagar di kanan kiri gapura cukup dengan menggunakan tongkat pramuka yang berukuran 160 cm.

Gapura model setengah bintang ini telah penulis ujicobakan dan praktekkan saat adik-adik penggalang penulis mengikuti sebuah kegiatan perkemahan.

Jika menggunakan bambu dengan ukuran-ukuran tertentu yang telah disesuaikan, bambu dan tongkat pramuka yang dibutuhkan adalah :


  1. Untuk pembuatan gapura, membutuhkan :
    1. 3 batang tongkat pramuka (ukuran 160 cm)
    2. 2 batang bambu berukuran panjang 2 meter
    3. 1 batang bambu berukuran panjang 3 meter
    4. 2 batang bambu berukuran panjang 4 meter
  2. Untuk pembuatan pagar di kanan kiri gapura, membutuhkan 16 batang tongkat pramuka 

Sedangkan jika gapura dibuat dari tongkat pramuka secara keseluruhan (full tongkat pramuka), bambu-bambu tersebut dapat diganti dengan tongkat pramuka yang disambung. Total tongkat pramuka yang dibutuhkan untuk gapura adalah 17 tongkat pramuka.
  1. bambu berukuran panjang 2 meter diganti dengan dua tongkat pramuka yang disambung (2 batang = 4 tongkat pramuka)
  2. bambu berukuran panjang 3 meter diganti dengan dua tongkat pramuka yang disambung (1 batang = 2 tongkat pramuka)
  3. bambu berukuran panjang 4 meter diganti dengan tiga tongkat pramuka yang disambung ((2 batang = 8 tongkat pramuka)
Penampakan gapura dan pagar selengkapnya adalah sebagai berikut :

Gapura Pionering Setengah Bintang
Gapura Pionering Setengah Bintang. Klik gambar untuk memperbesar.

Seperti pada pembuatan gapura pionering sebelum-sebelumnya, untuk merakitnya cukup dengan menggunakan tali pramuka. Simpul dan ikatan yang dipergunakan adalah simpul pangkal, simpul mati (untuk menyambung tali), ikatan palang dan ikatan silang.

Untuk pagar di kanan dan kiri gapura, dalam gambar terdiri atas empat set. Ini mengingat saat dipraktekkan pembuatan, kapling tenda yang disediakan (untuk satu kontingen dengan dua regu) selebar 12 meter. Jika kapling tenda berukuran kurang dari itu tentunya jumlah set pagar ini bisa dikurangi menjadi dua atau tiga saja.

Baca juga :


Dan tentunya, saat mempraktekkan membuat gapura pionering model setengah bintang, gambar di atas dapat disesuaikan dan dikembangkan sesuai dengan keadaan dan kreatifitas masing-masing. Termasuk penggunakan gambar di puncak gapura dan di 'kotak' pagar.



Thursday, January 15, 2015

Tanda Medan untuk Mapping dalam Kepramukaan

Tanda Medan untuk Mapping dalam Kepramukaan

Tanda medan untuk kegiatan mapping dalam kepramukaan. Dalam berbagai kegiatan mapping di kepramukaan, penggunaan tanda medan adalah mutlak. Mapping (pemetaan), seperti peta pita, peta lapangan, peta lokasi, ataupun peta perjalanan, selalu membutuhkan tanda medan. Karena itu, bagi seorang anggota pramuka penguasaan akan tanda medan menjadi sebuah teknik kepramukaan (scouting skill) yang sangat diperlukan. Baik untuk membaca peta maupun sebaliknya, untuk membuat peta.

Tanda medan adalah simbol-simbol atau gambar-gambar yang melambangkan kondisi atau situasi medan dalam sebuah peta. Tanda medan ini digunakan dalam berbagai kegiatan mapping (pemetaan) seperti peta perjalanan dan peta pita sebagai penunjuk keadaan di kanan dan kiri jalan. Juga pada peta lapangan dan lokasi sebagai penanda kondisi dan situasi medan yang tergambar di peta.

tanda medan


Scouting skill dalam pembuatan tanda medan menggunakan gambar-gambar (simbol) yang sederhana, mudah dibuat, dan umum diketahui oleh orang lain. Sehingga pada saat melakukan perjalanan sekalipun tanda-tanda ini dapat dibuat dengan cepat tanpa menghambat perjalanan. Pun bagi orang lain yang membacanya akan langsung dapat memahami makna-makna dari simbol-simbol yang digunakan sebagai tanda medan.

Contoh tanda medan yang umum dan sering dipakai di kepramukaan adalah sebagai berikut :



Itulah berbagai tanda medan yang sering digunakan dalam kegiatan-kegiatan mapping di kepramukaan.