Friday, March 10, 2017

Raida V Lampung Kenangan Tak Terlupakan

Raida V Lampung Kenangan Tak Terlupakan

Kali ini Diffen Ayu Prameswari, seorang pramuka asal Lampung, akan berbagi Pengalaman Bersama Pramuka saat mengikuti Raimuna Daerah V Kwarda Lampung. Pertemuan pramuka terakbar untuk pramuka penegak dan pandega se-provinsi Lampung ini digelar pada 18-24 Desember 2016 di bumi perkemahan Rajabasa, Bandarlampung. Yuk simak serunya pengalaman Diffen Ayu Prameswari.

-----

Raimuna Daerah V Lampung merupakan kegiatan perkemahan dengan jumlah peserta terbanyak sehingga menjadi kegiatan terbesar dalam sejarah perkemahan di Lampung. Perkemahan yang digelar di Bumi Perkemahan Rajabasa, Bandar Lampung ini diikuti oleh 4.500 peserta dari 15 kabupaten dan kota se Provinsi Lampung.

Sabtu, 18 Desember 2016 adalah awal dari kegiatan Raimuna Daerah V Lampung. Suatu kebanggaan dan kehormatan bagi saya bersama 15 teman lainnya dapat mewakili Kwaran Negara Batin (Kabupaten Way Kanan) untuk mengikuti kegiatan 5 tahunan ini.

Sabtu pagi, tepat pukul 05.00, saya dan teman-teman berkumpul untuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan kami bawa. Jam 06.00 kami berangkat dari Desa Purwa Agung, mengingat jarak kami yang terlalu jauh untuk dapat sampai ke lokasi perkemahan. Mengingat keterbatasan dana yang ada, kami harus berangkat dengan mengendarai bus umum. Bagi kami apapun keadaannya tak masalah, dapat sampai ke lokasi Raimuna Daerah menjadi kebahagiaan tiada terkira bagi kami.

Raimuna Daerah V Lampung

Kami memang terpaksa harus berangkat tidak bersama kontingen dari Kwarcab Way Kanan. Hal ini dikarenakan lokasi kami yang paling jauh.

Tepat jam 14.00 kami sampai di Bupercab. Setibanya di lokasi kami tidak langsung mendirikan tenda. Kami makan siang bersama-bersama sembari menghilangkan kepenatan selama perjalanan yang menempuh waktu kurang lebih 8 jam. Apalagi jalan yang harus kami lalui cukup rusak parah, berlubang, dan becek di sana sini.

Setelah makan siang kami bersenda gurau sembari menunggu rombongan dari kontingen Waykanan. Namun karena rombongan tak kunjung datang akhirnya kami memutuskan berangkat terlebih dahulu ke bumi perkemahan putri yang terletak di Gedung Graha, berjarak kurang lebih 2-4 km dari Bumpercab.

Disana kami bertemu dengan rombongan dari Kwaran Kec. Negri Besar yang kebetulan lokasi tendanya satu kompleks dengan kami. Tenda kontingen Way Kanan memang dibagi dalam 4 kempleks yang berbeda, masing-masing mewakili Way Kanan di setiap kelurahan. Kebetulan kami dari kwaran Negara Batin bersama kwaran Negri Besar, Banjit, dan Pakuan Ratu menjadi perwakilan Way Kanan di kelurahan 4.

Kami dan kwaran Negri Besar memutuskan untuk langsung mendirikan tenda lebih. Apalagi mengingat cuaca yang saat itu tidak mendukung. Ditemani dengan rintik hujan kami mendirikan tenda.

Namun ternyata kami mendirikan tenda di lokasi yang salah. Lokasi tersebut ternyata untuk peserta di kelurahan 3, padahal kami adalah peserta di kelurahan 4.

Bayangkan saja, kami telah susah payah mendirikan tenda sambil menahan dingin ternyata kami salah lokasi dan harus kembali membongkar tenda karena keteledoran kami. Alhasil kami pun membongkar tenda dan mendirikannya kembali di lokasi yang baru. Hingga pukul 19.00, pendirian tenda kami selesai. Sekitar jam 19.30 rombongan dari Pakuan Ratu tiba, kebetulan pembina kami juga pembina mereka jadi kami bisa dengan cepat untuk menjadi lebih akrab. Kami membantu mereka mendirikan tenda hingga jam 21.00, tak ada kata lelah bagi kami dan tak ada rasa individualisme dalam diri kami ketika seseorang membutuhkan bantuan kami. Malam minggu kami habiskan dengan suka ria disana.

Keesokan harinya belum ada kegiatan sama sekali, masih menunggu peserta lainnya yang belum juga datang. Kami datang pada hari Sabtu dan ternyata acara pembukaan baru dilaksanakan pada hari Selasa. Awalnya kami merasa bosan, kami ingin pulang, tapi begitu acara demi acara dimulai kami merasa kami ingin lebih lama disini.

Malam Selasa (Senin 20 Desember 2016), pukul 20.00 diadakan acara Welcome Party. 4.500 peserta dari segala penjuru lampung berkumpul disini, berpartisipasi untuk suksesnya acara ini. Saat ini kami dari kontingen Waykanan di kelurahan 3 dan 4 terpisah dengan yang lainya. Meski demikian, ternyata cukup mudah mencari anggota kontingen kami lainnya. Kami memiliki cara terendiri jika bertemu dengan anggota lain. Kami cukup mengangkat tangan sembari membentuk huruf ‘’W’’ dan berteriak "Wayka", maka rombongan kami yang lainnya akan membalas dengan melakukan hal serupa.

Acara Welcome Party ternyata penuh surprise. Semula kami menganggap acara ini hanya dimeriahkan oleh peserta Raida saja. Tetapi ternyata Welcome Party malam itu dihadiri juga oleh Kangen Band, Jendral Band, LO Band dan The Potters. Para peserta Raimuna Daerah V Lampung pun tidak mau kalah, masing-masing kontingen menyanyikan yel-yel masing-masing sehingga suasana semakin meriah. Acara Welcome Party berlangsung hingga pukul 22.00.

Keesokan harinya, Selasa 21 Desember 2016, diselenggarakan upacara pembukaan. Raimuna Daerah V Lampung secara resmi dibuka oleh Ketua Majelis Pembimbing Daerah, Kak M. Ridho Ficardo dan Ketua Kwarda Lampung Kak Idrus Effendi. Selain acara Pembukaan juga dilaksanakan pembagian penghargaan kepada peserta Jambore Antar Bangsa dan Jambore Asean di Malaysia, pentas Saka Dirgantara, dan Lingkar Nusantara VI di Kalimantan. Pun penampilan dari kontingen Lampung Utara yang menyuguhkan atraksi "Joget Komando".

Setelah pembukaan kami kembali ke tenda, mempersiapkan diri untuk kegiatan selanjutnya. Ada banyak kegiatan selama kami disini, tetapi kami di setiap tenda mendapatkan jadwal yang berbeda. Karena saat itu saya adalah ketua Umpi, maka kegiatan saya sama dengan ketua umpi lainnya di kelurahan 4. Selama disana saya mendapat banyak pengalaman, dari materi tertib lalu lintas, kesehatan lingkungan, komunikasi radio bahkan kegiatan subcamp. Hampir setiap malam ketua umpi berkumpul, berbagi pikiran dan pendapat untuk kekompakan kelurahan kami.

Bagi saya yang paling berkesan adalah ketika saya dan 450 ketua umpi dari bumper putra dan putri berangkat mengikuti kegiatan subcamp. Raimuna Daerah V Kwarda Lampung memiliki dua lokasi subcamp, yaitu di Lanal TNI AL dan Lanal TNI AD. Kebetulan para ketua Umpi mengikuti subcamp di Lanal AL.

Raimuna Daerah V Lampung

Saat itu Rabu, 22 Desember 2016. Tepat pukul 16.00 kami berangkat menuju pantai Klara di Kwarcab Pesawaran dengan menaiki 8 bus. Sorak sorai kami terdengar begitu menggembirakan, menghabiskan waktu dalam perjalanan selama kurang lebih 2 jam. Sesampainya kami di sana semilir angin laut menyambut kami. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok berisi 45-50 peserta. Saat masuk dalam kelompok Barunang. Selepas pembagian kelompok, dilakukan upacara pembukaan subcamp. Yang membuat kami terkejut yaitu suara bom disudut-sudut lapangan yang ikut memeriahkan pembukaan.

Malamnya kami berkumpul di pinggir pantai untuk mengikuti kegiatan apresiasi film. Kami disuguhkan film tentang Saka Bahari. Pukul 22.00, kegiatan apresiasi film berakhir dan kami bergegas untuk istirahat.

Keesokan harinya kami bangun jam 04.00, melakukan bersih diri dan solat subuh. Setelah itu kami melakukan senam pagi, bersih-bersih area pantai dan melakukan santap pagi.  Baru kali ini rasanya santap pagi dipinggir pantai dengan ratusan orang asing tanpa seorang kerabatpun. Ada 3 jenis kegiatan yang kami ikuti hari itu di markas TNI AL. Kami diajari cara menyelam, kemudian melakukan permainan besar, dan setelah itu kami mendaki gunung. Yang paling berkesan selama subcamp itu saat kami harus makan siang di bawah terik matahari, tertib, disiplin dan penuh tata krama. Lebih parah lagi selama dua hari satu malam kami tidak mandi sama sekali.

Kamis sore menunggu bus datang, ada rombongan baru yang juga datang saat itu. Diperjalanan pulang kami habiskan dengan canda tawa. Jam 18.30 kami sampai di bumi perkemahan di Gedung Graha dan kamipun menuju tenda kami masih-masing. Setelah kami beristirahat, makan dan mandi, kami kembali mengikuti kegiatan pentas seni dan apresiasi film. Sungguh lelah bagi kami tidak terasa sama sekali. Ada juga kegiatan yang diisi oleh sutradara film Hasduk Berpola, anggota dari MOPI Lampung, serta UNICEF Indonesia.

Jum’at 23 Desember, saya mendapatkan bagian korve, lumayan untuk sekedar istirahat hilangkan lelah. Saya korve dari pagi hingga giat sore. Kebetulan 2 teman perempuan dan 2 teman laki-laki saya kegiatan nyeruit (sambel khas lampung), mereka sibuk membuat sambel dan menyediakan lalapan, pembina kami juga datang saat itu. Kami habiskan waktu bercanda hingga siang hari.

Raimuna Daerah V Lampung

Setelah sholat Jum’at ada pembagian susu untuk masing-masing peserta, lucunya kami datang ke kecamatan sambil membawa teko tetapi ternyata yang kami dapatkan hanya segelas susu. Soren dilaksanakan kegiatan karnaval budaya, menambah wawasan budaya lampung dari setiap kabupaten di provinsi Lampung. Sungguh indahnya perbedaan. Malam harinya acara penutupan, ada beberapa artis lokal yang memeriahkan, hingga larut malam kami ikuti kegiatan, padahal esok hari kami harus menempuh 8 jam perjalanan menuju rumah kami.

Keesokkannya kami berkemas-kemas, berat rasanya untuk meninggalkan tempat ini, arena Raimuna Daerah Lampung 2016. Sayonara bumi perkemahan. Sungguh ini pengalaman luar biasa bagi kami. Takkan pernah hilang dari ingatan kami.

Baca Juga:




Biodata Penulis
Penulis adalah Diffen Ayu Prameswari adalah Pramuka Penegak di SMAN 1 Negara Batin, Kabupaten Way Kanan. Facebook : Diffen Ayu Prameswari.

Ingin berbagi pengalaman bersama pramuka seperti Diffen Ayu Prameswari yang bercerita tentang "Raimuna Daerah V Lampung" di atas? Tulis dan kirimkan ceritamu ke redaksi Blog Pramukaria. Setiap pengalaman yang terpilih untuk dimuat, akan memperoleh pulsa seluler sebesar Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah). Baca ketentuannya di halaman : Pengalamanku Bersama Pramuka.

Thursday, January 26, 2017

Serunya Ikut KEPAK SMK Kwarda Jateng di Salib Putih

Serunya Ikut KEPAK SMK Kwarda Jateng di Salib Putih

Pengalaman Bersama Pramuka kali ini ditulis oleh  Lola Lovytania, Pramuka Penegak asal SMK Negeri 1 Semarang. Lola akan bercerita tentang serunya pengalaman bersama pramuka saat mengikuti Kemah Pembinaan Karakter SMK (KEPAK SMK) Kwarda Jawa Tengah Tahun 2016. Yuk kita simak cerita Pengalaman Bersama Pramuka dari Lola saat mengikuti KEPAK SMK Jawa Tengah 2016 di Buper Agrowisata Salib Putih, Salatiga.

-----

Selasa, 15 November 2016 adalah awal dari kegiatan saya mengikuti KEPAK SMK. Saya dan seorang teman, mewakili SMK Negeri 1 Semarang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Selain saya, masih ada lagi siswa-siswi SMK lainnya yang mewakili kota Semarang dalam Kemah Pembinaan Karakter SMK (KEPAK SMK) Jawa Tengah Tahun 2016 yang diselenggarakan di Agrowisata Salatiga Eco Park Hotel & Camping Ground atau lebih dikenal dengan nama Salib Putih. Kegiatan berlangsung pada tanggal 15-18 November 2016.

Pukul 11.00 WIB tepat saya tiba di sekolah. Sebenarnya,  semua perwakilan SMK di Kota Semarang harus berkumpul terlebih dulu dan berangkat bersama ke lokasi KEPAK SMK. Namun atas saran Guru di sekolah, kami langsung berangkat ke lokasi. Akhirnya kami berangkat ke Buper Agrowisata Salib Putih, Salatiga dengan diantar guru kami.

Setelah 2 jam perjalanan, sampailah kami di Bumi Perkemahan Salib Putih. Ternyata, di lokasi sudah banyak peserta yang datang dan tengah beristirahat. Kontingen Kota Semarang belum sampai. Saya sebenarnya bingung, harus duduk di sebelah mana. Akhirnya, saya bersama teman bergabung dengan anak-anak dari SMK lain di Jawa Tengah. Belum sampai duduk, mereka langsung menyanyikan lagu pramuka “Selamat Datang Kakak”. Saya merasa bahagia disambut dengan hangat oleh peserta lainnya, padahal belum saling mengenal.

Lumayan lama menunggu, kami berdua disuruh untuk check in barang dan menulis absen peserta di hotel. Jaraknya tidak jauh, mungkin hanya 300 meter dari aula tadi. Saat sedang mengisi absen, akhirnya rombongan dari Kontingen Semarang pun sampai. Lega rasanya.

Setelah makan dan mengambil barang, kegiatan awal dimulai. Seluruh peserta dari berbagai kota di Jawa Tengah berkumpul menjadi satu di lapangan untuk mengikuti upacara pembukaan kegiatan. Semua berbaris dengan tertib dan khidmat mengikuti jalannya upacara. Nah, selesai upacara dilakukan pembagian tenda dan kelompok!

Peserta berbaris dan bernyanyi riang bersama Pembina, dan saya pun kebagian tenda nomor 25 dan bergabung bersama sangga 21. Tiap sangga beranggotakan peserta dari berbagai daerah. Sangga saya terdiri dari peserta asal Jepara, Salatiga, Purwokerto, Pemalang, Pati, Kendal dan lainnya. Di tenda, kami semua berbincang-bincang. Hahaha lucu ternyata meskipun masih satu provinsi tapi setiap daerah memiliki logat yang berbeda. Kata teman saya yang berasal dari Banyumas “Ora ngapak ora kepenak”, yang disambut tawa kami bersama. Namun meski begitu, kami tetap bisa bercanda bersama.

Kepak SMK Jateng 2016

Malam harinya, kegiatannya adalah Musyawarah Ambalan dan sosialisasi dari kakak Pembina. Wah menyenangkan sekali, di sini kami dapat belajar bagaimana cara berpendapat yang baik. Hasil dari Musyawarah Ambalan yang dilakukan dengan sangat singkat, nama ambalan kami adalah ambalan 5 yaitu ambalan Martha Christina Tiahahu, dan Tata teman saya, terpilih sebagai Pradana-nya. Kami juga membuat yel-yel, sandi ambalan, dan lambang ambalan kami.

Pukul 00.00 kegiatan baru selesai dan kami diperbolehkan untuk tidur. Cuaca di Agrowisata Salib Putih cukup dingin. Namun karena tidurnya dempet-dempetan maka tetap terasa hangat.

Paginya, kegiatan diawali dengan senam pagi di lapangan. Senam pertama menggunakan lagu Bondan, Ya Sudahlah. Setelahnya disusul dengan Senam Maumere atau Gemu Fa Mi Re, dan Senam Penguin. Bagian inilah yang paling seru! Hihihi, rasanya menyenangkan sekali berolahraga bersama dengan anak-anak Pramuka Penegak dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Kegiatan selanjutnya adalah Cross Country atau Penjelajahan. Saat penjelajahan inilah saya mendapatkan banyak ilmu, mulai dari wawancara langsung dengan warga, materi kepramukaan, pertolongan pertama (P3K), dan masih banyak lagi. Sampai di Camp Ground, kegiatan masih terus berlanjut. Mulai dari Lomba – lomba kebangsaan, pemberian materi SAKA, pengenalan lingkungan dan masih banyak sampai malam hari. Esok paginya kembali lagi berolahraga, namun saat itu maag saya kambuh sehingga saya tidak dapat mengikutinya.

Setelah merasa sehat, saya bergabung lagi dengan rombongan untuk membersihkan tenda bersama.
Kegiatan tidak berhenti sampai sini saja. Siang harinya, sekitar 510 pramuka peserta KEPAK SMK berkumpul di aula untuk acara santai. Yaitu, karaoke bersama! Bahagia sekali rasanya dapat teman banyak seperti ini. Setelah bersantai, kami membentuk tim dan anggota lain untuk ikut dalam Lomba Pengibaran Bendera dan menyiapkan acara pentas seni nanti malam. Saya kebagian menjadi peserta Lomba Pengibaran Bendera. Ambalan 5 pun  berlatih dan membentuk variasi formasi yang menarik. Lomba ini dinilai langsung oleh prajurit TNI. Seluruh peserta hanya diberi waktu selama 2 jam saja untuk menyiapkan pasukannya. Singkat sekali bukan? Hmm tapi jangan salah, di sini hebatnya Pramuka, sesingkat dan sesulit apapun tantangan itu. Kami tidak takut! Dan kami akan berusaha melaksanakannya dengan sebaik mungkin.

Setelah melihat penampilan dari ambalan lain, akhirnya Martha Christina Tiahahu tampil. Dengan percaya diri dan penuh keyakinan kami semua maju dengan variasi formasi dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan lantang saat Sang Merah Putih dinaikkan. Meski belum puas dengan penampilan kami, tetapi kami yakin, kami sudah berusaha dan “hasil tak akan pernah mengkhianati prosesnya”

Malam harinya, acara api unggun dan pentas seni dimulai. Api Unggun kali ini sangat istimewa, karena saat pembacaan Dasadarma Pramuka diiringi dengan tarian.  Setelah upacara Api Unggun selesai, seluruh peserta membentuk lingkaran dan menjadi satu. Senangnya, kami bernyanyi bersama, dan bergembira dalam suasana hangat yang disaksikan oleh Api Dasadarma.

Selesai, semuanya bergegas menuju aula untuk menyaksikan pentas seni. Bermacam-macam, ada yang menampilkan drama komedi, stand up comedy, tarian daerah, tembang jawa, dan masih banyak lagi. Tak lupa, kakak Pembina pun menayangkan ‘foto-foto paparazzi’ peserta KEPAK saat kegiatan berlangsung. Kami semua menangis dalam haru, merasakan jika sebentar lagi akan saling mengucap salam perpisahan. Selesai pentas seni, renungan jiwa dimulai. Kami semua diajak untuk membuka pikiran kami sendiri, mencari jati diri kami dan meresapinya.

Malam semakin larut, pemenang lomba diumumkan, dan, jeng, jenggg! Ambalan 5 juara 3 Lomba Pengibaran Bendera! Yeayy! Meski juara terakhir, tapi kami semua bahagia, bukan karena mendapat hadiah wafer atau yang lainnya, tapi karena kami telah dipertemukan oleh Tuhan dalam kemah ini.
Acara upacara penutupan dimulai, dan kami semua mendapatkan hadiah yang tak ternilai harganya. Yaitu, kebersamaan dan kebahagiaan. Kami semua mendapat piagam penghargaan dan badge “BANGGA MENJADI TELADAN”. Saya tersenyum sendiri, merasa menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya, sungguh.

Badge Kepak SMK 2016

Jum’at, 18 November 2016, adalah hari terakhir KEPAK SMK yang sekaligus menjadi kesempatan terakhir bagi kami untuk bersama. Di hari ini sudah tak ada kegiatan lagi, kami hanya tinggal berkemas, sarapan pagi, dan menunggu bus menjemput rombongan dari kota masing-masing. Saat sangga saya berkumpul, ada seorang yang berkata, “Saya bahagia bertemu kalian. Memang baru 3 hari bersama, tapi rasanya seperti sudah 1 tahun kita menjalin pertemanan.” Saya terharu mendengarnya. Kalian, teman – teman saya, keluarga saya, meskipun berbeda kota, daerah, wilayah, darah dan keluarga, meski jarak yang menghalangi, namun bisa saling bertemu. Meski raga terpisah jauh, tanpa tatap mata, tanpa bicara, namun hati kita akan selalu dekat.

Bertemu kalian semua adalah pengalaman saya yang sangat luar biasa, para Pramuka penegak yang tangguh berkumpul di sini. Kami anak Pramuka! Kami bangga menjadi teladan! Semoga kelak, kita dapat bertemu kembali. Terima kasih semuanya.

Baca Juga:




Biodata Penulis
Penulis, Lola Lovytania adalah Pramuka Penegak asal SMK Negeri 1 Semarang. Facebook: Lola Lovytania, Twitter: @lolavytania, Instagram: lolaovytania

Ingin berbagi pengalaman bersama pramuka seperti Lola Lovytania yang bercerita tentang "Serunya Ikut KEPAK SMK Kwarda Jateng di Salib Putih" di atas? Tulis dan kirimkan ceritamu ke redaksi Blog Pramukaria. Setiap pengalaman yang terpilih untuk dimuat, akan memperoleh pulsa seluler sebesar Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah). Baca ketentuannya di halaman : Pengalamanku Bersama Pramuka.

Saturday, January 16, 2016

Buper Sekipan Tawangmangu Menyimpan Cerita

Buper Sekipan Tawangmangu Menyimpan Cerita

Lagi, sebuah pengalaman perkemahan dengan judul Buper Sekipan Tawangmangu Menyimpan Cerita. Pengalaman bersama pramuka ini ditulis oleh Samaroh Zulfa Muntoha, saat mengikuti kegiatan Ujian Perkemahan di Bumi Perkemahan Sekipan Kalisoro yang terletak di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Zulfa, panggilan dari Samaroh Zulfa Muntoha, adalah Pramuka Penegak dari gugusdepan yang berpangkalan di SMA Negeri 1 Sukoharjo. Kegiatan Ujian Perkemahan di Buper Sekipan Tawangmangu, telah memberikan cerita tersendiri yang tidak hanya layak untuk disimpan namun juga dibagi kepada pembaca Blog Pramukaria. (Red.)

-----

Ujian Perkemahan (UP) merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Ambalan Arjuna Srikandi yang berpangkalan di SMA Negeri 1 Sukoharjo (SMANJIKO). Kegiatan ini sebagai salah satu indikator pencapaian yang diraih peserta didik Pramuka Penegak kelas X selama latihan rutin di semester satu. Bentuk kegiatan Ujian Perkemahan ini berupa perkemahan 3 hari 2 malam dengan bentuk penilaian individu dan beregu. Penilaian individu diharapkan dapat menggali potensi peserta didik yang berada di Pangkalan SMA Negeri 1 Sukoharjo. Adapun kegiatan yang bersifat beregu dapat meningkatkan kerjasama diantara peserta didik. Ujian Perkemahan ini juga sebagai upaya dalam pembentukan karakter peserta didik dalam hal kemandirian, kerjasama dan memupuk jiwa nasionalisme bangsa.


Logo kegiatan Ujian Perkemahan
Logo kegiatan Ujian Perkemahan SMAN 1 Sukoharjo


UP X diselenggarakan di Bumi Perkemahan Sekipan Kalisoro Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar pada tanggal 20 - 22 Oktober 2015. Sekipan sendiri merupakan sebuah bumi perkemahan seluas 47 ha yang terletak di daerah berketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut (dpl). Dengan topografi yang berupa perbukitan, suhu di bumi perkemahan ini cukup sejuk dan segar dengan temperatur berkisar antara 18-24 °C. Apalagi ditambah dengan bentangan hutan pinus dan hutan alam serta aneka tumbuhan anggrek liar yang semakin membuat panorama di buper ini memikat.

Pesona lainnya adalah adanya sungai yang membelah area bumi perkemahan. Airnya jernih, bening, dan menyegarkan. Keindahan dan pesona Sekipan tambah komplit dengan adanya aneka wana wisata di sekitarnya seperti air terjun, perkebunan stroberi dan outbond area. Berkemah di Sekipan Kalisoro serasa mengunjungi hutan dalam film Twilight.

Peserta dalam kegiatan kali ini adalah Anggota Kelas X sejumlah 434 siswa. Kegiatan diisi dengan berbagai Giat Prestasi. Giat Prestasi Individu yaitu Ujian Tulis dan Gelar Potensi Siswa. Sedangkan Giat Prestasi Beregu yaitu K3 (Kebersihan, Kerapian dan Keindahan), Ujian Praktek dan Pentas Seni.

Setelah melalui perjalan selama kurang lebih satu setengah jam, kami tiba di Bumi Perkemahan Sekipan Kalisoro Kecamatan Tawangmangu. Setibanya di buper kami langsung mendirikan tenda. Kegiatan pertama adalah Upacara Pembukaan dan Ujian Tulis Individu. Materi yang diujikan dalam ujian individu adalah sejarah kepramukaan di Indonesia dan sejarah kepramukaan dunia, teori peta, per-sandi-an dan pengetahuan umum lainnya. Ujian dilaksanakan dengan kejujuran. Dalam melaksanakan ujian tulis saya tidak memiliki kesulitan yang berarti karena semua materi yang diujikan telah diajarkan pada latihan rutin hari jumat sebelumnya.


Ujian Kepramukaan di Buper Sekipan
Ujian tertulis dalam Ujian Kepramukaan SMA Negeri 1 Sukoharjo di Buper Sekipan Tawangmangu

Setelah istirahat sejenak, kegiatan dilanjutkan dengan Gelar Potensi Siswa (GPS). GPS adalah perlombaan yang berisi penampilan bakat secara individu dari masing-masing peserta. Pelaksanaan GPS dibagi dari berbagai kelompok, dimana di setiap kelompok didampingi oleh anggota Dewan Penegak. Pemenang GPS perkelompok akan maju ke babak final yang akan digelar pada keesokan harinya. Berbagai bakat seperti pencak silat, menyanyi, menari dan bermain sulap ditampilkan. Saya yang hanya menampilkan tembang geguritan (puisi dalam bahasa Jawa) tidak lolos ke babak selanjutnya (final). Namun salah satu teman sekelasku berhasil masuk babak final lewat atraksi menyanyi sambil bergitar.

Malamnya, udara di Bumi Perkemahan Sekipan Kalisoro terasa sangat dingin hingga membuatku kesulitan untuk tidur. Untung salah satu teman satu sangga bersedia berbagi sleeping bag-nya denganku. Satu pelajaran tidak terlupakan dari Sekipan malam itu; jangan lupa membawa sleeping bag (kantung tidur) saat berkemah di Sekipan.

Kegiatan hari kedua adalah Ujian Praktek yang dilaksanakan per-sangga. Materi yang diujikan adalah PBB (peraturan baris berbaris), KIM, peta (peta lapangan dan peta panorama), menaksir, survival, semboyan dan sandi, seni kerajinan, pengetahuan umum, dan tali temali. Saya sempat kesulitan saat berada di pos survival. Hal ini dikarenakan saya tidak tahu bahan makanan yang dapat diperoleh di alam.

Siang harinya, setelah isoma (istirahat, solat, dan makan) kami melaksanakan outbond. Petamanya kami dikumpulkan di lapangan dan dibagi dalam beberapa kelompok. Semula saya mengiira pembagian kelompok sesuai sangga, namun ternyata kami dikelompokan secara terpisah. Awalnya saya merasa canggung, namun saya mencoba mengakrapkan diri dengan teman satu kelompok meskipun berasal dari kelas yang berbeda. Outbond dibagi menjadi beberapa pos dimana di setiap pos kami harus menyelesaikan tantangan dengan baik dan mengalahkan regu lain. Ada peraturan pada outbond yaitu jika melakukan kesalahan harus berkata "Teman-teman aku minta maaf ya, tetep semangat" dan harus di jawab dengan "Iya aku maafin tetap semangat juga". Tentu saja mengatakannya dengan gaya yang tidak biasa. Saya malu karena banyak melakukan kesalahan. Tetapi ternyata dengan meminta maaf kepada setiap anggota kelompok memnjadikan kami semakin akrab. Saat apel sore ada pengumuman kelompok outbond terbaik, ternyata kelompokku menjadi juara 3. Saya senang walaupun hadiahnya hanya snack kecil tapi kami merasa bangga karena dapat bekerjasama dengan baik.

Malamnya setelah menjalankan sholat magrib kami mempersiapkan diri untuk malam api unggun. upacara api unggun dilaksanakan dengan penyalaan api dasadarma. Malam api unggun dimeriahkan dengan pensi (pentas seni antar kelas). Kelas saya mengangkat musik genre jazz, dengan lagu berjudul “gaza tonight” yang dikolaborasikan cahaya senter.

Api Unggun di Buper Sekipan
Api Unggun dalam Ujian Kepramukaan SMA Negeri 1 Sukoharjo di Buper Sekipan

Hari terakhir di Bumi Perkemahan Sekipan kami sibuk dengan packing (pengemasan) perlengkapan pribadi maupun sangga. Selepas mengemas barang kami mengikuti upacara penutupan. Saat upacara penutupan inilah diumumkan sangga tergiat, peserta GPS terbaik, dan pensi terbaik. Sayangnya tidak satupun yang dapat saya raih.

Walaupu pulang tanpa gelar tapi saya senang mengikuti UP X. Semua pegal dan nyeri terbayar oleh canda tawa di Buper Sekipan dengan segala pesona keindahannya. Pohon yang menyapa saat kami datang. Angin yang menyambut dengan keramahanya. Inilah Sekipan Menyimpan Cerita.

Baca Juga:

  1. Kemenangan Tak Terlupakan LKBBT di Balaikota Bogor
  2. Bumi Perkemahan Kaligua Penuh Cerita



Indah Yusnia FR
BIODATA PENULIS
Penulis, Samaroh Zulfa Muntoha (Zulfa) adalah Pramuka Penegak di pangkalan gugusdepan SMA Negeri 1 Sukoharjo, Jawa Tengah. 


Ingin berbagi pengalaman bersama pramuka seperti tulisan Samaroh Zulfa Muntoha tentang "Bumi Perkemahan Sekipan Tawangmangu Menyimpan Cerita" di atas? Tulis dan kirimkan ke redaksi Blog Pramukaria. Setiap pengalaman yang terpilih untuk dimuat, akan memperoleh pulsa seluler sebesar Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah). Baca ketentuannya di halaman : Pengalamanku Bersama Pramuka.


Monday, December 28, 2015

Bumi Perkemahan Kaligua Penuh Cerita

Bumi Perkemahan Kaligua Penuh Cerita

Bumi Perkemahan Kaligua Penuh Cerita, itulah judul pengalaman mengikuti kegiatan kepramukaan yang ditulis oleh Indah Yusnia FR. Pramuka Penegak dari SMA Negeri 1 Tanjung, Kab. Brebes ini berbagi kisahnya saat menjadi panitia kegiatan Perkemahan Pelantikan Bantara di Buper Kaligua, Kec. Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Bumi perkemahan yang terletak di Brebes bagian selatan dan kawasan wisata agro dataran tinggi ini memang menjadi tempat berkemah dan berkegiatan pramuka yang mengasyikkan. Namun bukan hanya sekedar pesona keindahan Kaligua dan serunya kegiatan yang bakal dikisahkan. Indah Yusnia FR pun akan mengajarkan tentang tanggung jawab dan keikhlasan berkorban demi suksesnya sebuah kegiatan. Bagaimana kisah selengkapnya? simak Cerita Indah Yusnia FR berikut.

Hai, Sobat ceria. Salam Pramuka! Aku ingin berbagi sepenggal kisah menyenangkan dari pengalamanku saat mengikuti perkemahan Pelantikan Penegak Bantara. Aku adalah anggota Dewan Ambalan dari pangkalan gugusdepan SMA N 1 Tanjung, Brebes (Smanesta). Nama lengkapku Indah Yusnia Fafrur Rozi, biasa dipanggil Indah Yus.

Tiada kusangka waktu cepat berlalu. Masih teringat jelas, sorak kegembiraan, sorak penuh kebahagiaan atas dilantiknya kami menjadi Penegak Bantara setahun silam. Jika saat itu kami adalah peserta, namun kini kami menjadi panitia. Sungguh, waktu sangat cepat berputar. Di sini, kami kembali mengenang keseruan saat menjadi peserta. Bumi perkemahan Kaligua. Tempat ini akan terus terkenang bagiku dan semua peserta perkemahan Pelantikan Penegak Bantara.

Kaligua, adalah sebuah objek agro wisata dataran tinggi yang terletak di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten  Brebes, Jawa Tengah. Letak Desa yang berada pada ketinggian 1.200-2.050 meter dpl. membuat udara terasa sangat dingin. Kondisi buper kali ini benar-benar mendukung. Tempat wisata ini masih sangat asri, karena belum banyak terjamah oleh wisatawan. Perjalanan menuju buper sangatlah ekstrim, karena berkelok sangat tajam dan terus menanjak. Sebelah kanan jalan tebing tinggi dan sebelah kiri jalan jurang yang curam. Semuanya nampak hijau dan sejuk, di sepanjang jalan banyak pohon pinus yang tinggi menjulang.

Setibanya di Buper Kaligua kami bersorak dan mengucapkan Alhamdulillah. Kami segera menurunkan barang-barang bawaan kami. Aku dan 'regu dapur' segera membereskan semua perlengkapan dan bahan-bahan untuk memasak. Peserta dan panitia yang lain juga ikut mendirikan tenda sebagai tanda dimulainya acara. Perkemahan Pelantikan Penegak Bantara ini diikuti oleh 75 peserta calon Bantara, 63 panitia, 9 tamu undangan, dan 5 pembina. Kemah berlangsung dari tanggal 22 s.d. 24 Desember 2015.



Buper Kaligua Brebes SMA N 1 Tanjung
Penegak Bantara Smanesta 2015 di Buper Kaligua Brebes


Buper Kaligua Brebes SMA N 1 Tanjung
Peserta sedang mengikuti materi di Kaligua Brebes



Hujan sempat turun saat malam di mana kami sedang tertidur pulas. Guntur yang menggelegar membuat kami ketakutan dan langsung berpelukan dengan teman yang berada di samping kami. Dingin mulai menyelimuti tubuh kami, sehingga kami merapatkan barisan dalam tidur agar terasa hangat. Saling berdesakan ini membuat tenda terasa lebih hangat sehingga kami tidak menggigil kedinginan. Inilah yang menyenangkan dari perkemahan yaitu kebersamaan dan kekompakkan. Bersama kita bisa melawan rasa dingin ini. Rasa dingin yang menghujam tulang, menyeruak masuk melalui pori-pori.

Sebelum surya bertengger di atas garis cakrawala dengan warna kebanggaannya, kami bangun untuk mengamalkan dasadarma yang pertama. Semua panitia pun mengerjakan tugas masing-masing. Aku dan 'regu dapur' yang bertugas, segera bersiap di dapur umum untuk memasak. Regu dapur, harus mempersiapkan makanan untuk semua peserta. Ini benar-benar menyenangkan, memasak secara beramai-ramai saling berbagi kisah saat memasak. Tanpa terasa masakan telah matang, kami langsung menyajikannya ke seluruh peserta dan panitia. Inilah yang dinamakan gotong royong, bahu-membahu menyukseskan kegiatan.

Sesuai jadwal kemah Pelantikan Bantara, kegiatan selanjutnya adalah pengembaraan. Bagi para peserta, ini adalah kegiatan paling menyenangkan. Karena pengembaraan ini dapat menyatukan jiwa kita dengan alam sekitar. Juga menambah kekaguman kita terhadap penciptaan Tuhan yang begitu Sempurna. Rute pengembaraan lumayan jauh, namun aku yakin jika dilakukan dengan penuh semangat dan hati yang riang pasti semua kelelahan akan terbayar tunai. Apalagi rute sepanjang arena penjelajahan akan melewati hamparan hijau perkebunan teh di Kaligua yang berudara sejuk. Pemandangan alam yang membuat kita berdecak kagum akan kuasa Allah dalam menciptakan alam yang indah ini. Rute pengembaraan akan berakhir di Gua Jepang setelah peserta akan melewati tempat wisata Air Abadi Tuk Bening (Sumber mata air yang dipercaya sebagai air abadi). Goa Jepang dan Air Abadi Tuk Bening menjadi salah satu destinasi wisata di Kaligua yang paling diminati.

Aku ingin berkeliling, sekaligus bernostalgia saat setahun yang lalu menjadi peserta. Segera saja aku dan 'regu masak' segera menyiapkan bahan memasak untuk makan siang nanti. Jam menunjukan pukul 10.00 WIB saat semua bahan siap. Seusai menyiapkan bahan memasak, kami bergegas menyusul perjalanan. Pemandangan di Kaligua dan udara yang sejuk membuat kami terpesona sehingga tanpa terasa hampir sepertiga rute pengembaraan telah kami lewati. Aku melihat jam di handphone-ku, pukul 10.45.  Itu artinya kami harus kembali untuk mempersiapkan makan siang.

Kami berdebat dan saling menunjuk siapa yang harus kembali ke bumi perkemahan. Masing-masing dari kami sangat ingin melanjutkan perjalanan hingga ke Gua Jepang. Namun, kalau kami bersikeras untuk menuju Goa Jepang semua, lantas siapa yang akan memasak? Padahal di Buper hanya ada dua anak yang berjaga.

Akhirnya aku mengalah. Meski sedikit jengkel, namun aku tidak boleh egois. Kegiatan bisa saja menjadi kacau jika saat makan siang masakan belum matang. Aku harus berkorban agar acara yang telah kami rancang dapat berjalan dengan sukses. Aku bersama 3 teman kembali ke Buper untuk memasak.

Setibanya di Buper, dapur kami roboh diterpa angin kencang. Sebagian tenda lain pun ada yang ikut roboh. Aku semakin kesal, namun aku sadar bahwa ini tidak boleh dihadapi dengan emosi. Kami berenam, Aku dan 3 teman yang ikut kembali ditambah 2 teman yang sebelumnya berjaga tenda, merapikan dapur yang roboh untuk kemudian mulai memasak. Kami sempat panik dan ketakutan karena nasi yang kami masak menjadi setengah matang. Namun berkat saran dan kerja sama dari teman-teman yang lainnya, akhirnya nasi dapat matang menyeluruh.

Pukul 13.00 tepat makanan telah siap. Aku dan teman-teman merasa bahagia, karena kami dapat menyelsaikan tugas dan tanggung jawab tepat waktu. Karena keyakinan dan tekad yang kuat kami bisa menyelesaikannya. Hatiku masih terasa sedih karena aku dan ketiga temanku  tidak bisa pergi ke Goa Jepang. Namun kesedihanku dapat terlupakan dengan berkenalan dengan pramuka-pramuka dari gugusdepan lain yang kebetulan saat itu pun sedang mengadakan perkemahan di Buper Kaligua. Ternyata mengenal pramuka dari gugudepan lain terasa lebih menyenangkan dari sekedar berjalan-jalan menyusuri lorong Goa Jepang.

Buper Kaligua Brebes SMA N 1 Tanjung
Regu Dapur, Smanesta di Kaligua Brebes

Buper Kaligua Brebes SMA N 1 Tanjung
Penyematan TKU Bantara SMAN 1 Tanjung di Buper Kaligua Brebes


Tuhan menyusun rencana yang lebih indah untuk kita berenam. Perkemahan ini tak akan pernah terlupakan bagiku, karena disini untuk kedua kalinya aku menemukan keajaiban Tuhan saat memberikan anugerah terbaik untukku. Perkemahan Pelantikan Penegak bantara tahun 2015 ini menyadarkan diriku untuk selalu ikhlas dalam berkorban, karena Tuhan tidak akan menutup mata atas apa yang telah kita perbuat.

Semua berjalan dengan baik hingga akhir kegiatan. Aku tidak mengharapkan pujian dari siapa pun. Biarkan ini menjadi kisah untukku dan keenam teman-temanku. Lelah kini terbayar dengan canda dan kebahagiaan dalam bercerita saat perjalan kembali menuju ke pangkalan kami, SMAN 1 Tanjung, Brebes. Inilah pramuka, saling berbagi dengan kasih dan penuh cinta. Cukup dengan berbagi kisah membuat kita seperti ikut di dalamnya. Karena bahagia itu saat berbagi kisah setelah berkemah.

Selama perkemahan, setiap orang mengalami kejadian yang berkesan menurut versinya masing-masing. Dan bagiku yang paling berkesan adalah saat aku harus ikhlas berkorban. Inilah kisahku, saat menjadi panitia dan regu memasak di bumi perkemahan Kaligua, Brebes. Semoga kisah "Buper Kaligua Penuh Cerita", ini bisa menginspirasi kakak-kakak ataupun adik-adik dalam mengikuti kegiatan kepramukaan dengan penuh semangat dan ikhlas. Salam Pramuka!

Baca juga: Kemenangan Tak Terlupakan LKBBT di Balaikota Bogor



Indah Yusnia FR
BIODATA PENULIS
Penulis, Indah Yusnia FR adalah Pramuka Penegak di SMA Negeri 1 Tanjung, Brebes. Tinggal di Desa Karang Dempel, Kec. Losari, Kab. Brebes, Jawa Tengah. Akun Facebook : www.facebook.com/khaerun.indah.3


Memiliki pengalaman saat mengikuti kegiatan kepramukaan seperti pengalaman Indah Yusnia FR saat menjadi 'regu masak' di kemah Pelantikan Penegak Bantara di Buper Kaligua? Tulis dan kirimkan ke Blog Pramukaria! Baca ketentuannya di halaman Pengalamanku Bersama Pramuka. Setiap artikel yang dimuat akan mendapatkan pulsa seluler sebesar Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah).

Thursday, December 24, 2015

Kemenangan Tak Terlupakan LKBBT di Balaikota Bogor

Kemenangan Tak Terlupakan LKBBT di Balaikota Bogor

Pengalaman Mengikuti Kegiatan Pramuka pertama ditulis oleh Muhammad Fahmi Ramadhani, Pramuka Penggalang di SMP Negeri 7 Bogor. Lewat tulisan berjudul "Kemenangan Tak Terlupakan LKBBT di Balaikota Bogor", Muhammad Fahmi Ramadhani membagikan pengalamannya bersama teman-teman saat mengikuti Lomba Ketangkasan BarisBerbaris Tongkat (LKBBT) se Kwarcab Kota Bogor Tahun 2014. Bagaimana pengalaman para 'Pramuka 7' dalam meraih kemenangan yang tidak terlupakan tersebut, mari kita simak.

Tanggal 30 Maret 2014, kami melakasanakan lomba LKBBT (Lomba Ketangkasan Baris Berbaris Tongkat) di Balaikota Bogor. Lomba ini adalah ajang unjuk bakat untuk pangkalan SMP Pramuka di Kota Bogor, lomba ini merupakan lomba tahunan yang selalu digelar oleh Kwarcab Kota Bogor. Kami adalah juara bertahan LKBBT Kwarcab Kota Bogor tahun 2013, tahun ini kami ingin mempertahankan juara 1 yang diemban kepada kami.

Kami sudah melakukan latihan yang cukup lama untuk tampilan selama 15 menit, latihan yang saya dan teman-teman yang saya alami cukup disiplin, dan latihan fisik yang cukup melelahkan. Akhirnya hasil latihan kami, kami tampilkan dalam LKBBT Kwarcab Kota Bogor 2014 di Balaikota Bogor. Kami pergi ke Balaikota dengan berjalan kaki, karena sekolah kami dekat dengan gedung Balaikota Bogor. Setelah sampai beberapa menit, kami melaksanakan upacara pembukaan. Saat upacara pembukaan hati saya sungguh berdebar-debar karena tidak sabar untuk menampilkan hasil latihan pasukan kami yang kurang dari 1 bulan itu.

LKBBT di Balaikota Bogor

LKBBT di Balaikota Bogor


Setelah upacara pembukaan selesai kami pun langsung pergi ke tempat kami istirahat, kami biasa menyebutnya Base Camp 7, yaitu gedung teater di samping gedung Balaikota. Tempat kami di lantai 3 gedung tersebut. Setelah kami sampai di Base Camp 7 kami melakukan evaluasi terakhir sebelum penampilan terakhir. Saat itu saya dan teman-teman saya diberi motivasi agar tetap semangat dalam menjalankan lomba ini, karena lomba ini adalah lomba yang bisa untuk Jalur Prestasi melanjutkan ke SMA. Saat evaluasi tersebut kami juga melakukan latihan terakhir hanya untuk memantapkan ingatan kami formasi dan penguasaan lapangan yang diberikan oleh alumni pangkalan kami. Itu adalah latihan yang benar-benar terakhir untuk tampilan terakhir pula.

Kami tampil dengan urutan ke 8, tidak terlalu siang dan tidak terlalu pagi juga, menurut saya pasti akan banyak yang menonton pasukan kami berlaga unjuk bakat dan kemampuan dalam beris berbaris. Saat pasukan kami dipanggil untuk tampil kamipun bersiap-siap. Kata-kata motivasi dari alumni pun tiada henti terdengar dan langsung saya simpan dalam hati dan ingat-ingat selalu dalam otak saya, bahwa saya akan membanggakan pangkalan SMPN 7 Bogor.

Waktunya untuk tampil, danton/komandan kami Reza menyiapkan pasukan kami dengan kata-kata “Siaaaapp Gerak” kamipun bersiap-siap dengan segala fokus kami hanya untuk tampilan LKBBT ini. Hatiku berdegup kencang penuh dengan semangat yang membara. Danton pun mengeluarkan aba-aba “Lari maju… Jalan!” kami satu pasukan pun teriak dengan keras “Satya Dharma Bhakti Utama, Tujuuuuhh!!!” itulah semangat kami, semangat pasukan yang siap juara. Setelah selesai melaksanakan tampilan LKBBT kamipun istirahat untuk menunggu upacara penutupan.

Setelah semua pangkalan sudah tampil, akhirnya upacara penutupan dimulai. Inilah momen yang paling ditunggu-tunggu untuk mendengarkan pengumuman dari Kwarcab Kota siapa pasukan dengan tampilan terbaik. Upacara berlangsung khidmat, Pembina upara menyampaikan apa saja hal-hal yang harus diutarakan. Kalimat Pembina upacara yang masih saya ingat hingga sekarang adalah “Berkompetisilah di pramuka secara sehat dan adil, maka kalian akan mendapatkan hasil yang kalian harapkan” itulah yang membuat saya optimis bahwa pasukan saya akan memenangkan kompetisi LKBBT ini.

Akhirnya pengumuman pemenang dimumkan, urutan pemenang dimulai dari juara harapan 3, harapan 2, lalu harapan 1. Jantung saya lebih berdegup kencang karena jika saat pengumuman juara 3, 2, atau 1 tidak ada nama pangkalan kami, maka kami pasti tidak akan juara dalam lomba tersebut. Saat pengumuman juara ke 3 adalah SMPN 4, dan juara 2 adalah SMP Rimba, hati saya lebih berdegup kencang, dan ternyata saat diumumkan pangkalan kami mendapatkan juara 1 sekaligus juara umum, karena danton terbaik juga dari pangkalan kami.

LKBBT di Balaikota Bogor

LKBBT di Balaikota Bogor


Setelah itu kami mendapatkan piala juara 1, kamipun langsung berkumpul ke tengah lapangan untuk bersorak gembira memeriahkan hari itu dengan kami yang mendapatkan juara 1. Setelah itu kami melakukan push-up untuk lebih membakar semangat semua anggota pramuka 7 (sebutan pramuka pangkalan SMPN 7) kami melakukan push-up bukan sekedar pamer atau apa, itu hanyalah sebagai rasa syukur dan penambah semangat. Setelah pulang dari Balaikota kami langsung menuju ke pangkalan kami untuk mendengarkan saran-saran dan kritik serta masukan dan motivasi kepada kami. Disitu saya merasa sangat gembira dan senang. Salah seorang alumni berkata kepada kami “Usaha Berbanding Lurus dengan Hasil” kalimat itu yang menjadi tolak ukur keberhasilan kami, yaitu usaha yang maksimal membuahkan hasil yang maksimal.


Muhammad Fahmi Ramadhani
BIODATA PENULIS
Penulis, Muhammad Fahmi Ramadhani adalah Pramuka Penggalang dari SMP Negeri 7 Bogor (2014) dengan akun Facebook www.facebook.com/fahmi.ramadhani.98


Ingin ikut menceritakan pengalamanmu saat mengikuti kegiatan kepramukaan dan ter-publish di Blog Pramukaria? Baca ketentuannya di halaman Pengalamanku Bersama Pramuka. Setiap artikel yang dimuat akan mendapatkan pulsa seluler sebesar Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah).

Wednesday, December 23, 2015

Tulis Pengalamanmu dan Dapatkan Pulsa 50 Ribu Rupiah

Tulis Pengalamanmu dan Dapatkan Pulsa 50 Ribu Rupiah

Blog Pramukaria memberi kesempatan kepada para anggota pramuka untuk menulis dan mengirimkan pengalamannya dalam mengikuti kegiatan kepramukaan. Tulisan yang memenuhi syarat akan diterbitkan di blog ini sekaligus memperoleh pulsa telpon sebesar Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah). Ya, admin pramukaria.blogspot.co.id akan memberikan pulsa sebesar lima puluh ribu rupiah kepada setiap tulisan yang memenuhi syarat.

Admin blog, yang juga Pembina Pramuka, berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh anggota pramuka untuk mensosialisasikan kegiatan dan pengalaman saat mengikuti kegiatan kepramukaan. Sehingga bisa menjadi pembelajaran dan inspirasi bagi anggota pramuka lainnya di seluruh Indonesia. Tentunya, dengan diterbitkannya kisah tersebut makin dapat semakin mengenalkan kepramukaan kepada masyarakat umum. Sekaligus membuat nama kamu, sekolah (pangkalan), dan bahkan daerahmu semakin dikenal.

Tujuan lainnya adalah melatih dan mengembangkan kemampuan menulis dan berbahasa Indonesia yang baik dan benar kepada anggota Gerakan Pramuka. Dampaknya, pulsa telepon pun menjadi bertambah 50 ribu!.

Pengalaman Pramuka
Pengalaman saat mengikuti kegiatan kepramukaan

Syarat dan Ketentuan


Agar tulisan dapat dimuat (dan memperoleh pulsa lima puluh ribu), tulisan harus memenuhi beberapa syarat dan ketentuan sebagai berikut:

  1. Tulisan bertemakan tentang "Kegiatan Kepramukaan yang diikuti di suatu tempat". Di dalam tulisan, minimal memuat antara lain:
    1. Nama Kegiatan yang diikuti (Contoh: Kemah Pelantikan Bantara SMAN 3 Pati; Jambore Daerah Jawa Jawa Timur 2014; Penjelajahan SMPN 1 Pati; dll). Kegiatan dapat berskala gugusdepan, kwartir ranting, hingga kegiatan tingkat dunia.
    2. Lokasi Kegiatan dilengkapi dengan diskripsi tentang lokasi tersebut.
    3. Waktu Pelaksanaan Kegiatan. Waktu kegiatan dapat tahun ini atau paling lama dua tahun yang lalu.
    4. Hal-hal lain terkait dengan kegiatan seperti suka duka selama kegiatan; dll.
  2. Tulisan diberi judul yang memuat nama lokasi kegiatan (contoh: Kemah Tak Terlupakan di Buper Sukamantri).
  3. Panjang tulisan minimal 250 kata.
  4. Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  5. Tulisan diketik menggunakan Microsoft Word atau Notepad.
  6. Menyertakan foto kegiatan minimal satu buah. Dapat berupa file terpisah (file jpg atau png) atau diseertakan dalam tulisan (file Microsoft Word) langsung.
  7. Penulis boleh menyertakan foto diri (jika berkenan). Foto diri akan ikut dipasang di dalam artikel.
  8. Menyertakan biodata penulis (ditulis di akhir tulisan) yang minimal terdiri atas:
    1. Nama Lengkap
    2. Golongan anggota pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak, dll)
    3. Alamat tinggal (minimal kota) atau nama sekolah/kampus.
    4. Nomor handpone dan nama jenis kartu (XL, As, Simpati, Three, IM3, dll) yang akan dikirimi pulsa.
    5. Penulis dapat juga menyertakan akun twitter atau facebook yang dipunyai.
  9. Nama diri, kota/sekolah, dan akun twitter/facebook akan ikut dimuat dalam artikel. Sedangkan nomor telepon tidak dimuat, hanya untuk pengiriman pulsa saja.
  10. Tulisan belum pernah diterbitkan di media cetak dan media online (blog) lain.
  11. Berlaku bagi semua anggota Gerakan Pramuka, baik Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega, maupun anggota dewasa.
Tulisan ditulis dalam file Microsoft Word atau Notepad dan dikirimkan melalui email "makinijo@gmail.com" dengan subjek : "PRAMUKARIA <spasi> Judul Tulisan". Dapat juga dikirim melalui inbox (message) di halaman facebook www.facebook.com/Pramukaria.

Admin blog Pramukaria, berhak untuk:
  1. Menerima atau menolak tulisan. Tulisan yang diterima akan mendapat pemberitahuan melalui email atau inbox facebook.
  2. Menentukan waktu/kapan tulisan diterbitkan.
  3. Mengedit tulisan tanpa mengurangi arti.
  4. Menentukan kategori/tag tulisan, dan menambahkan link.

Jangan biarkan kegiatan kepramukaan yang kamu ikuti hanya menjadi kenangan pribadi. Tulis dan berbagilah kepada para pramuka di seluruh Indonesia melalui Blog Pramukaria. Dan dapatkan pulsa 50 ribu di handphonemu!