Monday, December 28, 2015

Bumi Perkemahan Kaligua Penuh Cerita

Bumi Perkemahan Kaligua Penuh Cerita

Bumi Perkemahan Kaligua Penuh Cerita, itulah judul pengalaman mengikuti kegiatan kepramukaan yang ditulis oleh Indah Yusnia FR. Pramuka Penegak dari SMA Negeri 1 Tanjung, Kab. Brebes ini berbagi kisahnya saat menjadi panitia kegiatan Perkemahan Pelantikan Bantara di Buper Kaligua, Kec. Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Bumi perkemahan yang terletak di Brebes bagian selatan dan kawasan wisata agro dataran tinggi ini memang menjadi tempat berkemah dan berkegiatan pramuka yang mengasyikkan. Namun bukan hanya sekedar pesona keindahan Kaligua dan serunya kegiatan yang bakal dikisahkan. Indah Yusnia FR pun akan mengajarkan tentang tanggung jawab dan keikhlasan berkorban demi suksesnya sebuah kegiatan. Bagaimana kisah selengkapnya? simak Cerita Indah Yusnia FR berikut.

Hai, Sobat ceria. Salam Pramuka! Aku ingin berbagi sepenggal kisah menyenangkan dari pengalamanku saat mengikuti perkemahan Pelantikan Penegak Bantara. Aku adalah anggota Dewan Ambalan dari pangkalan gugusdepan SMA N 1 Tanjung, Brebes (Smanesta). Nama lengkapku Indah Yusnia Fafrur Rozi, biasa dipanggil Indah Yus.

Tiada kusangka waktu cepat berlalu. Masih teringat jelas, sorak kegembiraan, sorak penuh kebahagiaan atas dilantiknya kami menjadi Penegak Bantara setahun silam. Jika saat itu kami adalah peserta, namun kini kami menjadi panitia. Sungguh, waktu sangat cepat berputar. Di sini, kami kembali mengenang keseruan saat menjadi peserta. Bumi perkemahan Kaligua. Tempat ini akan terus terkenang bagiku dan semua peserta perkemahan Pelantikan Penegak Bantara.

Kaligua, adalah sebuah objek agro wisata dataran tinggi yang terletak di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten  Brebes, Jawa Tengah. Letak Desa yang berada pada ketinggian 1.200-2.050 meter dpl. membuat udara terasa sangat dingin. Kondisi buper kali ini benar-benar mendukung. Tempat wisata ini masih sangat asri, karena belum banyak terjamah oleh wisatawan. Perjalanan menuju buper sangatlah ekstrim, karena berkelok sangat tajam dan terus menanjak. Sebelah kanan jalan tebing tinggi dan sebelah kiri jalan jurang yang curam. Semuanya nampak hijau dan sejuk, di sepanjang jalan banyak pohon pinus yang tinggi menjulang.

Setibanya di Buper Kaligua kami bersorak dan mengucapkan Alhamdulillah. Kami segera menurunkan barang-barang bawaan kami. Aku dan 'regu dapur' segera membereskan semua perlengkapan dan bahan-bahan untuk memasak. Peserta dan panitia yang lain juga ikut mendirikan tenda sebagai tanda dimulainya acara. Perkemahan Pelantikan Penegak Bantara ini diikuti oleh 75 peserta calon Bantara, 63 panitia, 9 tamu undangan, dan 5 pembina. Kemah berlangsung dari tanggal 22 s.d. 24 Desember 2015.



Buper Kaligua Brebes SMA N 1 Tanjung
Penegak Bantara Smanesta 2015 di Buper Kaligua Brebes


Buper Kaligua Brebes SMA N 1 Tanjung
Peserta sedang mengikuti materi di Kaligua Brebes



Hujan sempat turun saat malam di mana kami sedang tertidur pulas. Guntur yang menggelegar membuat kami ketakutan dan langsung berpelukan dengan teman yang berada di samping kami. Dingin mulai menyelimuti tubuh kami, sehingga kami merapatkan barisan dalam tidur agar terasa hangat. Saling berdesakan ini membuat tenda terasa lebih hangat sehingga kami tidak menggigil kedinginan. Inilah yang menyenangkan dari perkemahan yaitu kebersamaan dan kekompakkan. Bersama kita bisa melawan rasa dingin ini. Rasa dingin yang menghujam tulang, menyeruak masuk melalui pori-pori.

Sebelum surya bertengger di atas garis cakrawala dengan warna kebanggaannya, kami bangun untuk mengamalkan dasadarma yang pertama. Semua panitia pun mengerjakan tugas masing-masing. Aku dan 'regu dapur' yang bertugas, segera bersiap di dapur umum untuk memasak. Regu dapur, harus mempersiapkan makanan untuk semua peserta. Ini benar-benar menyenangkan, memasak secara beramai-ramai saling berbagi kisah saat memasak. Tanpa terasa masakan telah matang, kami langsung menyajikannya ke seluruh peserta dan panitia. Inilah yang dinamakan gotong royong, bahu-membahu menyukseskan kegiatan.

Sesuai jadwal kemah Pelantikan Bantara, kegiatan selanjutnya adalah pengembaraan. Bagi para peserta, ini adalah kegiatan paling menyenangkan. Karena pengembaraan ini dapat menyatukan jiwa kita dengan alam sekitar. Juga menambah kekaguman kita terhadap penciptaan Tuhan yang begitu Sempurna. Rute pengembaraan lumayan jauh, namun aku yakin jika dilakukan dengan penuh semangat dan hati yang riang pasti semua kelelahan akan terbayar tunai. Apalagi rute sepanjang arena penjelajahan akan melewati hamparan hijau perkebunan teh di Kaligua yang berudara sejuk. Pemandangan alam yang membuat kita berdecak kagum akan kuasa Allah dalam menciptakan alam yang indah ini. Rute pengembaraan akan berakhir di Gua Jepang setelah peserta akan melewati tempat wisata Air Abadi Tuk Bening (Sumber mata air yang dipercaya sebagai air abadi). Goa Jepang dan Air Abadi Tuk Bening menjadi salah satu destinasi wisata di Kaligua yang paling diminati.

Aku ingin berkeliling, sekaligus bernostalgia saat setahun yang lalu menjadi peserta. Segera saja aku dan 'regu masak' segera menyiapkan bahan memasak untuk makan siang nanti. Jam menunjukan pukul 10.00 WIB saat semua bahan siap. Seusai menyiapkan bahan memasak, kami bergegas menyusul perjalanan. Pemandangan di Kaligua dan udara yang sejuk membuat kami terpesona sehingga tanpa terasa hampir sepertiga rute pengembaraan telah kami lewati. Aku melihat jam di handphone-ku, pukul 10.45.  Itu artinya kami harus kembali untuk mempersiapkan makan siang.

Kami berdebat dan saling menunjuk siapa yang harus kembali ke bumi perkemahan. Masing-masing dari kami sangat ingin melanjutkan perjalanan hingga ke Gua Jepang. Namun, kalau kami bersikeras untuk menuju Goa Jepang semua, lantas siapa yang akan memasak? Padahal di Buper hanya ada dua anak yang berjaga.

Akhirnya aku mengalah. Meski sedikit jengkel, namun aku tidak boleh egois. Kegiatan bisa saja menjadi kacau jika saat makan siang masakan belum matang. Aku harus berkorban agar acara yang telah kami rancang dapat berjalan dengan sukses. Aku bersama 3 teman kembali ke Buper untuk memasak.

Setibanya di Buper, dapur kami roboh diterpa angin kencang. Sebagian tenda lain pun ada yang ikut roboh. Aku semakin kesal, namun aku sadar bahwa ini tidak boleh dihadapi dengan emosi. Kami berenam, Aku dan 3 teman yang ikut kembali ditambah 2 teman yang sebelumnya berjaga tenda, merapikan dapur yang roboh untuk kemudian mulai memasak. Kami sempat panik dan ketakutan karena nasi yang kami masak menjadi setengah matang. Namun berkat saran dan kerja sama dari teman-teman yang lainnya, akhirnya nasi dapat matang menyeluruh.

Pukul 13.00 tepat makanan telah siap. Aku dan teman-teman merasa bahagia, karena kami dapat menyelsaikan tugas dan tanggung jawab tepat waktu. Karena keyakinan dan tekad yang kuat kami bisa menyelesaikannya. Hatiku masih terasa sedih karena aku dan ketiga temanku  tidak bisa pergi ke Goa Jepang. Namun kesedihanku dapat terlupakan dengan berkenalan dengan pramuka-pramuka dari gugusdepan lain yang kebetulan saat itu pun sedang mengadakan perkemahan di Buper Kaligua. Ternyata mengenal pramuka dari gugudepan lain terasa lebih menyenangkan dari sekedar berjalan-jalan menyusuri lorong Goa Jepang.

Buper Kaligua Brebes SMA N 1 Tanjung
Regu Dapur, Smanesta di Kaligua Brebes

Buper Kaligua Brebes SMA N 1 Tanjung
Penyematan TKU Bantara SMAN 1 Tanjung di Buper Kaligua Brebes


Tuhan menyusun rencana yang lebih indah untuk kita berenam. Perkemahan ini tak akan pernah terlupakan bagiku, karena disini untuk kedua kalinya aku menemukan keajaiban Tuhan saat memberikan anugerah terbaik untukku. Perkemahan Pelantikan Penegak bantara tahun 2015 ini menyadarkan diriku untuk selalu ikhlas dalam berkorban, karena Tuhan tidak akan menutup mata atas apa yang telah kita perbuat.

Semua berjalan dengan baik hingga akhir kegiatan. Aku tidak mengharapkan pujian dari siapa pun. Biarkan ini menjadi kisah untukku dan keenam teman-temanku. Lelah kini terbayar dengan canda dan kebahagiaan dalam bercerita saat perjalan kembali menuju ke pangkalan kami, SMAN 1 Tanjung, Brebes. Inilah pramuka, saling berbagi dengan kasih dan penuh cinta. Cukup dengan berbagi kisah membuat kita seperti ikut di dalamnya. Karena bahagia itu saat berbagi kisah setelah berkemah.

Selama perkemahan, setiap orang mengalami kejadian yang berkesan menurut versinya masing-masing. Dan bagiku yang paling berkesan adalah saat aku harus ikhlas berkorban. Inilah kisahku, saat menjadi panitia dan regu memasak di bumi perkemahan Kaligua, Brebes. Semoga kisah "Buper Kaligua Penuh Cerita", ini bisa menginspirasi kakak-kakak ataupun adik-adik dalam mengikuti kegiatan kepramukaan dengan penuh semangat dan ikhlas. Salam Pramuka!

Baca juga: Kemenangan Tak Terlupakan LKBBT di Balaikota Bogor



Indah Yusnia FR
BIODATA PENULIS
Penulis, Indah Yusnia FR adalah Pramuka Penegak di SMA Negeri 1 Tanjung, Brebes. Tinggal di Desa Karang Dempel, Kec. Losari, Kab. Brebes, Jawa Tengah. Akun Facebook : www.facebook.com/khaerun.indah.3


Memiliki pengalaman saat mengikuti kegiatan kepramukaan seperti pengalaman Indah Yusnia FR saat menjadi 'regu masak' di kemah Pelantikan Penegak Bantara di Buper Kaligua? Tulis dan kirimkan ke Blog Pramukaria! Baca ketentuannya di halaman Pengalamanku Bersama Pramuka. Setiap artikel yang dimuat akan mendapatkan pulsa seluler sebesar Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah).

Sunday, November 1, 2015

Jangan Mau Menjadi Dewan Kerja Ambalan

Jangan Mau Menjadi Dewan Kerja Ambalan

Jangan pernah mau menjadi Dewan Kerja Ambalan, demikian ujar saya menanggapi seorang adik pramuka penegak yang menceritakan jika terpilih menjadi anggota Dewan Kerja Ambalan di gugusdepannya. Sang adik penegak tampak kebingungan ketika saya bilang jangan pernah bersedia menjadi anggota Dewan Kerja Ambalan. Kenapa malah melarang menjadi Dewan Kerja Ambalan? Karena tidak pernah ada yang namanya Dewan Kerja Ambalan!

Di lapangan masih sering dijumpai penggunaan istilah Dewan Kerja Ambalan atau disingkat juga dengan DKA. Padahal dalam Gerakan Pramuka tidak mengenal istilah dan organisasi Dewan Kerja Ambalan. Organisasi yang memakai embel-embel 'Dewan Kerja' hanyalah Dewan Kerja Nasional, Dewan Kerja Daerah, Dewan Kerja Cabang, dan Dewan Kerja Ranting. Bisa jadi yang dimaksud dengan DKA adalah Dewan Ambalan Penegak atau Dewan Penegak.

Perbedaan Dewan Kerja dan Dewan Penegak


Dewan Kerja


Dewan Kerja atau Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan bagi pramuka penegak dan pramuka pandega di tingkat Kwartir. Tugas Dewan Kerja ini diantaranya adalah mengelola kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di lingkup kwartirnya serta sebagai pendukung pelaksanaan tugas-tugas Kwartir. Dewan Kerja ini diatur dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 214 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaran Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega.

Sebagai organisasi di tingkat kwartir yang sekaligus pendukung pelaksanaan tugas-tugas Kwartir, Dewan Kerja merupakan bagian integral dari Kwartir. Organisasi ini dibentuk mulai dari tingkat Kwartir Nasional hingga Kwartir Ranting.

  • Di tingkat Kwartir Nasional (kwarnas) dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Nasional yang disebut Dewan Kerja Nasional disingkat DKN.
  • Di tingkat Kwartir Daerah (kwarda) dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Daerah yang disebut Dewan Kerja Daerah disingkat DKD.
  • Di tingkat Kwartir Cabang (kwarcab) dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Cabang yang disebut Dewan Kerja Cabang disingkat DKC.
  • Di tingkat Kwartir Ranting (kwarran) dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Ranting yang disebut Dewan Kerja Ranting disingkat DKR.


Dewan Kerja Cabang
Anggota Dewan Kerja Cabang


Dewan Kerja ini memiliki masa bakti sesuai dengan masa bakti kwartirnya. Yang artinya DKN, DKD, dan DKC memiliki masa bakti selama 5 tahun sebagaimana masa bakti Kwartir Nasional, Kwartir Daerah, dan Kwartir Cabang yang juga lima tahun. Sedang DKR memiliki masa bakti selama 3 tahun sebagai mana masa bakti Kwartir Ranting yang hanya 3 tahun.

Anggota dan kepengurusan Dewan Kerja ditetapkan dalam Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (Musppanitera). Kepengurusannya terdiri atas:

  • Ketua 
  • Wakil Ketua
  • Sekretaris
  • Bendahara
  • Ketua Bidang
    • Bidang Kajian Kepramukaan
    • Bidang Kegiatan Kepramukaan
    • Bidang Pengabdian Masyarakat
    • Bidang Evaluasi dan Pengembangan
  • Anggota Bidang


Lalu di tingkat ambalan penegak? Karena Dewan Kerja merupakan bagian integral dari Kwartir maka tidak diadakan di tingkat gugusdepan apalagi ambalan.

Dewan Ambalan Penegak


Dewan Ambalan Penegak sering dianggap sebagai Dewan Kerja di tingkat Ambalan Penegak sehingga kerap disebut sebagai Dewan Kerja Ambalan. Padahal hal tersebut adalah salah! Di tingkat gugusdepan, apalagi Ambalan, tidak diadakan Dewan Kerja. Sebagai wadah pembinaan kepemimpinan di ambalan dibentuk Dewan Ambalan Penegak atau disingkat Dewan Penegak. (Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 231 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka; Bab IV, Point keempat).

Masa bakti Dewan Ambalan Penegak adalah 1 tahun. Sedangkan tugasnya antara lain adalah:

  • Merancang dan melaksanakan program kegiatan
  • Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan
  • Merekrut anggota baru
  • Membantu sangga dalam mengintegrasikan anggota baru dalam sangga

Dewan Penegak memiliki kepengurusan sebagai berikut:

  • Pradana (Ketua)
  • Kerani (Sekretaris)
  • Bendahara
  • Pemangku Adat (pemimpin tata-cara adat Ambalan)
  • Beberapa anggota

Di tingkat Racana Pandega organisasi serupa disebut sebagai Dewan Racana pandega atau disingkat Dewan Pandega. Di tingkat Pasukan Penggalang disebut sebagai Dewan Pasukan Penggalang atau disingkat Dewan Penggalang. Sedangkan di tingkat Perindukan Siaga dibentuk Dewan Perindukan Siaga atau Dewan Siaga.


Lencana Pengurus Penegak Pandega
Lencana Pengurus Penegak Pandega


Sangga Kerja


Selain istilah Dewan Kerja dan Dewan Penegak, sering juga digunakan istilah Sangga Kerja. Sangga Kerja adalah unit kegiatan, kelompok kerja yang dibentuk sebagai pantia pelaksana sebuah kegiatan. Sangga Kerja dapat dibentuk oleh Dewan Kerja maupun Dewan Penegak.

Dengan mengenal pengertian dan perbedaan dari Dewan Kerja dan Dewan Penegak sebagai mana diuraikan di atas diharapkan tidak muncul kembali kerancuan dalam penggunaan kedua istilah tersebut. Sehingga tidak akan ada lagi pramuka penegak yang mengaku-aku dan bangga telah terpilih menjadi Dewan Kerja Ambalan atau DKA. Karena di tingkat ambalan penegak tidak ada Dewan Kerja Penegak melainkan adanya adalah Dewan Ambalan Penegak atau Dewan Penegak.

Referensi:
  • Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 214 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaran Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega
  • Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 231 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka
  • Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 220 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pokok-Pokok Organisasi Gerakan Pramuka
  • Buku Panduan Penyelesaian SKU Pramuka Penegak (SK Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 199 Tahun 2011)