Saturday, April 1, 2023

Raimuna Nasional XII Tahun 2023

Raimuna Nasional XII Tahun 2023

Raimuna Nasional XII Tahun 2023 atau disingkat Rainas XII segera digelar. Berdasar Petunjuk Pelaksanaan yang dikeluarkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Raimuna Nasional XII akan diselenggarakan pada tanggal 14 - 21 Agustus 2023. Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, akan menjadi lokasi pertemuan akbar para pramuka penegak se-Indonesia ini.


Raimuna Nasional adalah ajang pertemuan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega seluruh Indonesia. Menurut bahasa, Raimuna merupakan bahasa Ambai (Yapen Waropen, Papua), dimana "Rai" memiliki arti "sekumpulan orang dengan tujuan tertentu" dan "Muna" yang berarti "kekuatan yang bernilai baik dalam mencapai kesuksesan". Raimuna sebagai sebuah pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar digelar berjenjang mulai dari Raimuna Ranting, Raimuna Cabang, Raimuna Daerah, hingga Raimuna Nasional.


Raimuna Nasional XII 2023

Pada penyelenggaraan di tahun 2023 ini, Raimuna Nasional yang akan digelar pada 14 - 21 Agustus 2023 merupakan kali penyelenggaraan yang kedua belas. Semula, Raimuna XII direncanakan untuk diselenggarakan pada tahun 2022. Namun karena pandemi Covid-19, maka Kwarnas memutuskan untuk mengubah waktu pelaksanaan Raimuna Nasional XII menjadi tahun 2023.


Sebelumnya, Raimuna Nasional XI juga digelar di Cibubur pada 13-21 Agustus 2017 dan Rainas X digelar di Jayapura, Papua, pada 8 – 15 Oktober 2012.


Sebagai Raimuna Nasional, kegiatan akbar ini akan diikuti oleh Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega utusan dari seluruh Kwartir Cabang se-Indonesia. Dimana setiap Kwartir Cabang akan mengirimkan 3 umpi Putra dan 3 umpi Putri yang masing-masing umpi beranggotakan 8 orang Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Sehingga setiap Kwarcab berhak untuk mengirimkan maksimal 48 orang Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.


Peserta Raimuna Nasional masih ditambah dari utusan Gugus Depan Berpangkalan di KBRI. Juga para Rover Scout, utusan kepanduan luar negeri.


Baca: Sejarah dan Daftar Pelaksanaan Raimuna Nasional


Logo, Maskot, Tema, dan Slogan Raimuna XII


Sebagaimana Pramukaria kutip dari Juklak, Raimuna Nasional XII Tahun 2023 mengambil tema "Pramuka Hebat Indonesia Bangkit" dengan slogan "BANGKIT (Bangun Generasi Kita)" dan motto "Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan".


Logo Raimuna Nasional XII Tahun 2023 adalah sebagai berikut.


Logo Raimuna Nasional XII 2023

Sedangkan maskot Raimuna Nasional XII 2023 adalah sebagai berikut.


Maskot Raimuna Nasional XII 2023

Terkait seleksi peserta Raimuna Nasional XII Tahun 2023, tentu di beberapa Kwartir Cabang saat ini sudah menggelarnya. Dan beberapa lainnya mungkin tengah melakukannya. Bagi Penegak dan Pandega yang terpilih untuk mewakili Kwarcab-nya dalam Raimuna Nasional XII 2023, tentu menjadi kebanggaan tersendiri yang tidak ternilai.

Tuesday, January 3, 2017

Download Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Nasional XI 2017

Download Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Nasional XI 2017

Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Nasional XI Tahun 2017 sudah dapat didownload. Juklak Raimuna Nasional 2017 tersebut diterbitkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka berdasarkan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 186 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Tingkat Nasional XI Tahun 2017.

Di dalam Juklak Raimuna Nasional 2017 tersebut juga memuat lampiran tentang Logo dan Maskot Raimuna Nasional 2017.

Raimuna Tingkat Nasional XI Tahun 2017 atau Raimuna Nasional 2017 akan diselenggarakan pada tanggal 13 s.d 21 Agustus 2017 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Raimuna sendiri merupakan pertemuan pramuka penegak dan pramuka pandega dalam bentuk perkemahan besar. Raimuna merupakan gabungan dari kegiatan Perppanitra (Pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega Putri Putra), Peran Saka (Perkemahan antar Satuan Karya Pramuka) dan Perkemahan Wirakarya. Sedang Raimuna Nasional adalah raimuna yang bersifat nasional yang diselenggarakan di tingkat Kwartir Nasional dengan peserta para pramuka penegak dan pandega utusan dari setiap Kwartir Cabang se Indonesia.

Dapat dikatakan raimuna nasional sebagai pertemuan paling akbar bagi pramuka penegak dan pandega yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali.

Baca juga :



Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Nasional

Download Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Nasional XI 2017


Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Nasional XI Tahun 2017 ditetapkan berdasarkan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 186 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Tingkat Nasional XI Tahun 2017.

Juklak tersebut terdiri atas 9 Bab yang meliputi:

  • Bab I Pendahuluan
  • Bab II Penyelenggaraan
  • Bab III Organisasi Penyelenggaraan
  • Bab IV Kegiatan
  • Bab V Perkemahan
  • Bab VI Administrasi
  • Bab VII Sarana Pendukung
  • Bab VIII Pengawasan, Penelitian, dan Evaluasi
  • Bab IX Penutup
Dan beberapa lampiran seperti:
  • Logo Kegiatan Raimuna Nasional 2017
  • Maskot Kegiatan Raimuna Nasional 2017
  • Form Biodata Peserta

Adapun Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Nasional XI Tahun 2017 selengkapnya dapat diunduh di tautan berikut ini (KLIK DI SINI)

Itulah Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Nasional 2017 sebagai pedoman pelaksanaan Raimuna Tingkat Nasional XI Tahun 2017.

Monday, January 2, 2017

Logo dan Maskot Raimuna Nasional XI 2017

Logo dan Maskot Raimuna Nasional XI 2017

Logo dan maskot Raimuna Nasional XI Tahun 2017 telah dirilis. Maskot dan logo Raimuna Nasional 2017 tersebut tertuang dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 186 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Tingkat Nasional XI Tahun 2017.

Download Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Nasional XI Tahun 2017.

Dalam lampiran Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Tingkat Nasional XI Tahun 2017 tersebut memuat salah satunya lampiran tentang logo Kegiatan Raimuna Nasional 2017 dan Maskot Raimuna Nasional XI Tahun 2017.


Raimuna Nasional merupakan pertemuan terakbar pramuka penegak dan pandega se-Indonesia. Pertemuan pramuka dalam bentuk perkemahan besar ini menjadi event lima tahunan yang akan diikuti oleh ribuan pramuka penegak dan pandega utusan dari setiap Kwartir Cabang (Kabupaten/Kota) dari seluruh Indonesia.

Raimuna Nasional 2017 merupakan pelaksanaan Raimuna Nasional yang kesebelas. Direncanakan akan diselenggarakan pada tanggal 13-21 Agustus 2017 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Adapun logo dan maskot Raimuna Nasional 2017 adalah sebagai berikut.

1. Logo Raimuna Nasional 2017


Logo Raimuna Nasional XI Tahun 2017 berupa perbaduan gambar huruf "R" dan angka "11" dengan penambahan gambar tiga buah tenda, lambang WOSM, lambang Gerakan Pramuka, dan tulisan "Raimuna Nasional" dan "2017".

Adapun penampakan logo Raimuna Nasional 2017 adalah sebagai berikut.

Logo Raimuna Nasional 2017

Logo Raimuna Nasional XI tersebut memiliki makna sebagai berikut:

  • Gambar Tali Simpul berbentuk huruf “R” dan Angka “11” : melambangkan kegiatan Raimuna yang ke 11.
  • Gambar 3 (Tiga) Tenda : melambangkan dalam kegiatan Raimuna Nasional 2017 adalah berkemah serta mengamalkan Tri Satya.
  • Lambang WOSM dan Tunas Kelapa: melambangkan kegiatan diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka.
  • Tulisan “Raimuna Nasional XI 2017” Berwarna Merah memiliki arti semangat kegiatan terus meningkatkan persaudaraan, mencetak generasi Pramuka yang Kreatif, Inovatif, Berkarakter.

2. Maskot Raimuna Nasional 2017


Adapun maskot Raimuna Nasional XI Tahun 2017 dinamai "INO". Ini merupakan gambar Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) yang merupakan salah satu hewan langka Indonesia yang terancam punah. Sebutan INO memrujuk pada nama latin badak jawa yaitu "Rhinoceros sondaicus" atau penyebutannya dalam bahasa Inggris, "Javan rhinoceros".

Maskot Raimuna Nasional XI 2017 adalah sebagai berikut

Maskot Raimuna Nasional XI 2017

Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dipilih sebagai maskot mengingat badak jawa sebagai salah satu spesies hewan paling langka di Indonesia yang populasinya hanya tersisa 50-an ekor saja dan hanya mendiami di Taman Nasional Ujung Kulon saja.

Itulah logo Raimuna Nasional 2017 dan Maskot Raimuna Nasional 2017 yang menjadi baghian tidak terpisahkan dari penyelenggaraan Raimuna Nasional XI Tahun 2017, ajang pertemuan pramuka penegak dan pandega terbesar di Indonesia.

Sunday, November 27, 2016

Sejarah dan Daftar Pelaksanaan Raimuna Nasional

Sejarah dan Daftar Pelaksanaan Raimuna Nasional

Sejarah dan daftar Raimuna Nasional Gerakan Pramuka. Raimuna Nasional telah dilaksanakan sebanyak sepuluh kali. Kelak, pada 2017 akan diselenggarakan Raimuna Nasional XI. Sesuai dengan sejarahnya, Raimuna Nasional pertama kali digelar pada tanggal 21 - 26 Agustus 1969 di Cimanggis, Jawa Barat, meskipun saat itu kegiatan tersebut belum dinamai Raimuna melainkan Perppanitera (Pertemuan Pramuka Penegak Pandega Puteri Putera).

Kegiatan kepramukaan yang menjadi pertemuan pramuka penegak dan pandega ini baru dinamai sebagai Raimuna pada perhelatannya yang ketiga.

Daftar Pelaksanaan Raimuna Nasional


Mengenal Raimuna Nasional


Raimuna merupakan pertemuan pramuka penegak dan pramuka pandega dalam bentuk perkemahan besar. Tujuannya adalah untuk membina dan mengembangkan persaudaraan dan persatuan antar para pramuka penegak dan pandega. Raimuna diselenggarakan dalam bentuk perkemahan besar yang kegiatannya bersifat kreatif, rekreatif, produktif, dan edukatif.

Kata 'raimuna' berasal dari bahasa Ambai yang digunakan penduduk Yapen Timur di kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.

Raimuna terdiri atas dua gabungan kata yaitu 'rai' dan 'muna'. Rai berarti sekelompok orang. Rai juga dapat memiliki arti sekelompok kepala suku yang berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan bersama. 'Muna' memiliki arti daya kekuatan yang berpengaruh baik dalam mencapai keberhasilan.

Sehingga secara bahasa, 'raimuna' dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang tengah berkumpul bersama dengan segala daya kekuatan yang baik untuk mencapai tujuan bersama.

Raimuna diselenggarakan secara berjenjang berdasarkan penyelenggara dan pesertanya. Macam-macam tingkatan raimuna adalah sebagai berikut:

  1. Raimuna Nasional (Rainas), diselenggarakan oleh Kwartir Nasional dengan peserta dari seluruh Indonesia.
  2. Raimuna Daerah (Raida), diselenggarakan oleh Kwartir Daerah dengan peserta utusan dari masing-masing kwarcab di Kwarda tersebut.
  3. Raimuna Cabang (Raicab), diselenggarakan oleh Kwartir Cabang dengan peserta dari utusan dari kwarran dan gugusdepan di Kwarcab tersebut.
  4. Raimuna Ranting (Rairan), diselenggarakan oleh Kwartir ranting dengan peserta dari utusan giugusdepan di kwarran tersebut.

Sejarah Pelaksanaan Raimuna Nasional


Raimuna Nasional telah diselenggarakan sebanyak 10 kali. Terakhir kali Raimuna Nasional dilaksankaan di Jayapura, Papua pada 2012 silam. Dan Raimuna berikutnya (Rainas XI) akan diselenggarakan di Cibur, Jakarta, pada Agustus 2017.

Pada awal-awal penyelenggaraannya, pertemuan untuk pramuka penegak dan pandega ini tidaklah dinamai Raimuna melainkan PERPPANITERA atau Pertemuan Penegak Pandega Puteri Putera. Perppanitera ini dilaksanakan hingga dua kali yakni pada tahun 1969 dan 1972.

Saat itu di samping Perppanitera terdapat juga berbagai kegiatan lain untuk penegak dan pandega. Untuk menyikapi hal tersebut akhirnya Kwartir Nasional Gerakan Pramuka berinisiatif menyatukan semua kegiatan pramuka penegak dan pandega tersebut dalam satu kegiatan. Akhirnya kegiatan tersebut dinamai sebagai 'Raimuna'.

Penyelenggaraan raimuna melanjutkan pelaksanaan Perppanitera. Sehingga penyelenggaraan Raimuna Nasional Tahun 1976 pun dinamai sebagai Raimuna Nasional III, melanjutkan Perppanitera I (1969) dan Perppanitera II (1972).

Baca juga [Update]:


Daftar Pelaksanaan Raimuna Nasional


Raimuna Nasional telah diselenggarakan sebanyak sepuluh kali ditempat-tempat yang berbeda. Simak video berikut ini.


Adapun daftar Raimuna Nasional secara lengkap, beserta logo kegiatan, adalah sebagai berikut.

1. Raimuna Nasional I (Perppanitera I) 
Dilaksanakan di Cimanggis, Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 21 - 26 Agustus 1969

2. Raimuna Nasional II (Perppanitera II)
Dilaksanakan di Bedugul, Tabanan, Bali, pada tanggal 14-23 Agustus 1972

3. Raimuna Nasional III 
Dilaksanakan di Karangkates, Malang, Jawa Timur, pada tanggal 14-24 September 1976

4. Raimuna Nasional IV 
Dilaksanakan di Cibubur, Jakarta, pada tanggal 7-14 Agustus 1982
Raimuina Nasional IV 1982


5. Raimuna Nasional V
Dilaksanakan di Cibubur, Jakarta, pada tanggal 14-21 Desember 1987

6. Raimuna Nasional VI
Dilaksanakan di Cibubur, Jakarta, pada tanggal 3-12 Juli 1992

7. Raimuna Nasional VII
Dilaksanakan di Cububur, Jakarta, pada tanggal 1-10 Juli 1997
Raimuna Nasional VII 1997


8. Raimuna Nasional VIII
Dilaksanakan di Prambanan, Sleman, Yogyakarta, pada tanggal 8-17 Juli 2003
Raimuna Nasional VIII 2003


9. Raimuna Nasional IX
Dilaksanakan di Cibubur, Jakarta, pada tanggal 27 Juni - 7 Juli 2008
Raimuna Nasional IX 2008


10. Raimuna Nasional X
Dilaksanakan di Jayapura, Papua, pada tanggal 8-15 Oktober 2012
Raimuna Nasional X 2012

11. Raimuna Nasional XI
Direncanakan diselenggarakan di Cibubur, Jakarta, pada Agustus 2017


Pada beberapa penyelenggaraan Raimuna Nasional, Pramukaria tidak menemukan (mengetahui) bentuk logo yang digunakan. Bagi pembaca yang memiliki gambar atau foto logo tersebut, akan sangat berarti jika sudi berbagi di sini.

Itulah sejarah dan daftar pelaksanaan Raimuna Nasional sejak penyelenggaraan yang pertama kali (1969) hingga Raimuna Nasional X (2012). Kini para pramuka penegak dan pandega tengah bersiap mengikuti Raimuna Nasional 2017, jangan sampai ketinggalan!

Sunday, November 1, 2015

Jangan Mau Menjadi Dewan Kerja Ambalan

Jangan Mau Menjadi Dewan Kerja Ambalan

Jangan pernah mau menjadi Dewan Kerja Ambalan, demikian ujar saya menanggapi seorang adik pramuka penegak yang menceritakan jika terpilih menjadi anggota Dewan Kerja Ambalan di gugusdepannya. Sang adik penegak tampak kebingungan ketika saya bilang jangan pernah bersedia menjadi anggota Dewan Kerja Ambalan. Kenapa malah melarang menjadi Dewan Kerja Ambalan? Karena tidak pernah ada yang namanya Dewan Kerja Ambalan!

Di lapangan masih sering dijumpai penggunaan istilah Dewan Kerja Ambalan atau disingkat juga dengan DKA. Padahal dalam Gerakan Pramuka tidak mengenal istilah dan organisasi Dewan Kerja Ambalan. Organisasi yang memakai embel-embel 'Dewan Kerja' hanyalah Dewan Kerja Nasional, Dewan Kerja Daerah, Dewan Kerja Cabang, dan Dewan Kerja Ranting. Bisa jadi yang dimaksud dengan DKA adalah Dewan Ambalan Penegak atau Dewan Penegak.

Perbedaan Dewan Kerja dan Dewan Penegak


Dewan Kerja


Dewan Kerja atau Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan bagi pramuka penegak dan pramuka pandega di tingkat Kwartir. Tugas Dewan Kerja ini diantaranya adalah mengelola kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di lingkup kwartirnya serta sebagai pendukung pelaksanaan tugas-tugas Kwartir. Dewan Kerja ini diatur dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 214 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaran Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega.

Sebagai organisasi di tingkat kwartir yang sekaligus pendukung pelaksanaan tugas-tugas Kwartir, Dewan Kerja merupakan bagian integral dari Kwartir. Organisasi ini dibentuk mulai dari tingkat Kwartir Nasional hingga Kwartir Ranting.

  • Di tingkat Kwartir Nasional (kwarnas) dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Nasional yang disebut Dewan Kerja Nasional disingkat DKN.
  • Di tingkat Kwartir Daerah (kwarda) dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Daerah yang disebut Dewan Kerja Daerah disingkat DKD.
  • Di tingkat Kwartir Cabang (kwarcab) dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Cabang yang disebut Dewan Kerja Cabang disingkat DKC.
  • Di tingkat Kwartir Ranting (kwarran) dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Ranting yang disebut Dewan Kerja Ranting disingkat DKR.


Dewan Kerja Cabang
Anggota Dewan Kerja Cabang


Dewan Kerja ini memiliki masa bakti sesuai dengan masa bakti kwartirnya. Yang artinya DKN, DKD, dan DKC memiliki masa bakti selama 5 tahun sebagaimana masa bakti Kwartir Nasional, Kwartir Daerah, dan Kwartir Cabang yang juga lima tahun. Sedang DKR memiliki masa bakti selama 3 tahun sebagai mana masa bakti Kwartir Ranting yang hanya 3 tahun.

Anggota dan kepengurusan Dewan Kerja ditetapkan dalam Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (Musppanitera). Kepengurusannya terdiri atas:

  • Ketua 
  • Wakil Ketua
  • Sekretaris
  • Bendahara
  • Ketua Bidang
    • Bidang Kajian Kepramukaan
    • Bidang Kegiatan Kepramukaan
    • Bidang Pengabdian Masyarakat
    • Bidang Evaluasi dan Pengembangan
  • Anggota Bidang


Lalu di tingkat ambalan penegak? Karena Dewan Kerja merupakan bagian integral dari Kwartir maka tidak diadakan di tingkat gugusdepan apalagi ambalan.

Dewan Ambalan Penegak


Dewan Ambalan Penegak sering dianggap sebagai Dewan Kerja di tingkat Ambalan Penegak sehingga kerap disebut sebagai Dewan Kerja Ambalan. Padahal hal tersebut adalah salah! Di tingkat gugusdepan, apalagi Ambalan, tidak diadakan Dewan Kerja. Sebagai wadah pembinaan kepemimpinan di ambalan dibentuk Dewan Ambalan Penegak atau disingkat Dewan Penegak. (Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 231 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka; Bab IV, Point keempat).

Masa bakti Dewan Ambalan Penegak adalah 1 tahun. Sedangkan tugasnya antara lain adalah:

  • Merancang dan melaksanakan program kegiatan
  • Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan
  • Merekrut anggota baru
  • Membantu sangga dalam mengintegrasikan anggota baru dalam sangga

Dewan Penegak memiliki kepengurusan sebagai berikut:

  • Pradana (Ketua)
  • Kerani (Sekretaris)
  • Bendahara
  • Pemangku Adat (pemimpin tata-cara adat Ambalan)
  • Beberapa anggota

Di tingkat Racana Pandega organisasi serupa disebut sebagai Dewan Racana pandega atau disingkat Dewan Pandega. Di tingkat Pasukan Penggalang disebut sebagai Dewan Pasukan Penggalang atau disingkat Dewan Penggalang. Sedangkan di tingkat Perindukan Siaga dibentuk Dewan Perindukan Siaga atau Dewan Siaga.


Lencana Pengurus Penegak Pandega
Lencana Pengurus Penegak Pandega


Sangga Kerja


Selain istilah Dewan Kerja dan Dewan Penegak, sering juga digunakan istilah Sangga Kerja. Sangga Kerja adalah unit kegiatan, kelompok kerja yang dibentuk sebagai pantia pelaksana sebuah kegiatan. Sangga Kerja dapat dibentuk oleh Dewan Kerja maupun Dewan Penegak.

Dengan mengenal pengertian dan perbedaan dari Dewan Kerja dan Dewan Penegak sebagai mana diuraikan di atas diharapkan tidak muncul kembali kerancuan dalam penggunaan kedua istilah tersebut. Sehingga tidak akan ada lagi pramuka penegak yang mengaku-aku dan bangga telah terpilih menjadi Dewan Kerja Ambalan atau DKA. Karena di tingkat ambalan penegak tidak ada Dewan Kerja Penegak melainkan adanya adalah Dewan Ambalan Penegak atau Dewan Penegak.

Referensi:
  • Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 214 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaran Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega
  • Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 231 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka
  • Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 220 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pokok-Pokok Organisasi Gerakan Pramuka
  • Buku Panduan Penyelesaian SKU Pramuka Penegak (SK Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 199 Tahun 2011)


Saturday, October 17, 2015

Pemasangan Atribut (Tanda Pengenal) Pramuka Penegak dan Pandega

Pemasangan Atribut (Tanda Pengenal) Pramuka Penegak dan Pandega

Setelah sebelumnya Kakak tulis tentang pemasangan atribut untuk pramuka siaga dan pemasangan atibut untuk pramuka penggalang, selanjutnya akan dibahas tentang pemasangan atribut / tanda pengenal untuk pramuka penegak dan pramuka pandega. Seperti pada pramuka siaga dan pramuka penggalang, berbagai tanda pengenal pramuka, atau sering disebut juga sebagai atribut, terpasang di pakaian seragam pramuka penegak dan pandega baik putra maupun putri.

Dalam pemasangannya ada beberapa tanda pengenal (atribut pramuka) yang dipasang sama seperti adik-adiknya (siaga dan penggalang), namun tentunya ada pula yang berbeda. demikian halnya dengan pemasangan atribut pada penegak dan pandega putra dengan putri.

Cara memasang dan meletakkan atribut (tanda pengenal) tersebut akan kita bahas tuntas. Baca: Model Pakaian Pramuka Penegak Pandega Putri dan Topi Pramuka Penggalang Penegak Pandega Putri.

Gambar Pemasangan Atribut Pramuka Penegak dan Pandega Putra


Pemasangan tanda pengenal atau atribut pramuka pada pakaian seragam pramuka untuk pramuka penegak dan pandega putra adalah sebagai mana gambar berikut ini. Klik gambar untuk menampilkan gambar dalam ukuran yang lebih besar.


Gambar Pemasangan Atribut Pramuka Penegak dan Pandega Putra
Gambar Pemasangan Atribut Pramuka Penegak dan Pandega Putra
Penjelasan tentang tata cara dan letak pemasangan masing-masing atribut diuraikan di keterangan di bagian bawah artikel ini.

Gambar Pemasangan Atribut Pramuka Penegak dan Pandega Putri


Antara putra dan putri, terdapat atribut yang pemasangannya sama namun ada juga yang berbeda. Pemasangan tanda pengenal atau atribut pramuka pada pakaian seragam pramuka untuk pramuka penegak dan pandega putri adalah sebagai mana gambar berikut ini. Klik gambar untuk menampilkan gambar dalam ukuran yang lebih besar.

Pemasangan Atribut Pramuka Penegak dan Pandega Putri
Gambar Pemasangan Atribut Pramuka Penegak dan Pandega Putri

Penjelasan tentang tata cara dan letak pemasangan masing-masing atribut diuraikan di keterangan di bagian bawah artikel ini.

Penjelasan Pemakaian Atribut Pramuka Penegak dan Pandega


Bentuk dan tata cara pemasangan atribut (tanda pengenal) untuk pramuka penegak dan pandega adalah sebagai berikut:

  1. Tanda Tutup Kepala; Berbentuk lingkaran (putri) dan segi delapan (putra) dengan warna dasar kuning. Pada pramuka putri dipasang di topi pramuka bagian depan sedangkan untuk untuk putra di samping kiri kabaret pramuka.
  2. Tanda Pandu Dunia (WOSM); Berwarna dasar ungu. Untuk putri berbentuk lingkaran, dipasang di kerah baju sebelah kanan. Sedang untuk putra berbentuk persegi, dipasang di dada sebelah kanan, tepat di atas papan nama.
  3. Tanda Kecakapan Umum (TKU) penegak dan pandega; Berbentuk trapesium dengan gambar sepasang tunas kelapa dan tulisan BANTARALAKSANA, atau PANDEGA. Dipasang di pundak dengan dilekatkan pada lidah baju kanan dan kiri baik pada pramuka penegak putri maupun putra. Baca : Tanda Kecakapan Umum Penegak.
  4. Tanda Pelantikan; Berwarna dasar coklat tua. Untuk putri berbentuk lingkaran, dipasang di kerah baju sebelah kiri. Sedang untuk putra, dipasang di dada sebelah kiri, pada lipatan saku baju.
  5. Papan Nama; Berwarna dasar coklat muda. Baik putra maupun putri dipasang di dada sebelah kanan. Untuk putra tepat di antara saku baju dan tanda pandu dunia (WOSM).
  6. Tanda Lokasi Kwarcab; Memuat nama kwartir cabang (Kabupaten/Kota) anggota pramuka tinggal. Baik putra maupun putri dipasang di lengan baju sebelah kanan, paling atas. Khusus penegak dan pandega yang menjadi Dewan Kerja Daerah (DKD) dan Dewan Kerja Nasional (DKN) tidak mengenakan tanda ini.
  7. Tanda Gugusdepan; Memuat nomor gugusdepan di mana anggota pramuka bergabung. Baik pada putra maupun putri, dipasang di lengan baju sebelah kanan, tepat di bawah Tanda Lokasi Kwarcab. Untuk anggota putri, nomor gudepnya genap dan untuk putri nomornya ganjil. Khusus untuk pramuka penegak dan pandega yang menjadi dewan kerja (DKC, DKD, atau DKN) tidak memakai tanda ini.
  8. Lencana Wilayah / Badge Daerah; Memuat lambang kwartir daerah di mana anggota pramuka tinggal. Dipasang di lengan baju pramuka sebelah kanan, di bawah Tanda Gudep. Khusus penegak dan pandega yang menjadi Dewan Kerja Nasional, lencana wilayah yang dikenakan berupa gambar garuda pancasila dengan tulisan "INDONESIA". Baca : Tanda Satuan dalam Gerakan Pramuka.
  9. Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Penegak dan pandega; Terdiri atas tiga bentuk sesuai tingkatan TKK, yakni lingkaran (purwa), persegi (madya), dan segilima (utama). Baik pada putra maupun putri, dipasang lengan baju sebelah kanan, di kanan, kiri, dan bawah Lencana / Badge Daerah. Pemasangan TKK di lengan baju maksimal 5 buah TKK. Jika memiliki TKK lainnya (lebih dari lima) selebihnya dipasang di tetampan TKK.
  10. Tanda Jabatan; Terdiri atas tanda Pradana, Pemimpin Sangga, dan Wakil Pemimpin Sangga, dengan bentuk balok berwarna merah bersusun tiga, dua, dan satu. Juga lencana Dewan Kerja. Pemasangannya di dada sebelah kanan, pada pramuka putra tepat di lipatan pada saku baju.
  11. Tanda Sangga; Berbentuk persegi dengan gambar sesuai nama sangganya. Baik pada penegak putri maupun putra dipasang di lengan baju sebelah kiri paling atas (di atas tanda ambalan)
  12. Tanda Ambalan; Bentuk dan warna sesuai ketentuan ambalan masing-masing. Baik pada penegak putri maupun putra dipasang di lengan baju sebelah kiri tepat di bawah tanda sangga.
Selain tanda-tanda (atribut) sebagaimana tersebut di atas, seorang pramuka penegak dan pandega, jika memiliki, dapat juga memasang tiska (Tanda Ikut Serta Kegiatan), lencana dan tanda pramuka garuda, dan tanda perhargaan lainnya pada seragam pramuka. 
  • Tanda pramuka garuda, dan tanda penghargaan (semisal bintang tahunan) dikenakan di dada baju sebelah kiri (untuk pramuka putra di atas saku). 
  • Lencana pramuka garuda (berbentuk mendali dengan pitanya) dikalungkan di leher bersama dengan setangan leher pramuka.
  • Tanda ikut kegiatan (tiska) dipasang sesuai dengan ketentuan tiska tersebut.
Khusus bagi pramuka penegak yang menjadi anggota Satuan Karya Pramuka, pemakaian tanda ambalan diganti dengan bagde saka, tanda sangga diganti dengan tanda krida, serta tidak mengenakan tanda gugusdepan.




Wednesday, August 26, 2015

Pelantara (Pelayaran Lingkar Nusantara) V Tahun 2015

Pelantara (Pelayaran Lingkar Nusantara) V Tahun 2015

Kegiatan Pelayaran Lingkar Nusantara atau biasa disingkat sebagai PELANTARA kembali digelar. Kali ini adalah penyelenggaraan Pelantara V Tahun 2015. Kegiatan yang digelar oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bersama dengan Pimpinan Satuan Karya Pramuka Bahari ini diselenggarakan sekaligus untuk memeriahkan Sail Tomini. Seperti pelaksanaan Pelantara sebelumnya, dalam kegiatan berskala nasional ini para pramuka penegak dan pandega mendapat kesempatan berlayar dengan menaiki KRI (Kapal Perang Republik Indonesia).

Berdasarkan Surat Edaran Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 0370-00-C, Pelantara V Tahun 2015 akan dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus hingga 29 September 2015. Puncak kegiatan akan diselenggarakan di Pantai Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Sedangkan pelayarannya sendiri akan mengambil rute Jakarta - Mamuju - Nunukan / Pulau Sebatik - Bitung - Gorontalo - Parigi - Ende - Jakarta.

Baca Juga :



Kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran para pramuka penegak dan pandega akan bangsa Indonesia sebagai bangsa Bahari/Maritim ini pun menjadi salah satu pertemuan pramuka untuk menambah pengetahuan, pengalaman, keterampilan mengelola sumber daya maritim dan mempererat tali persaudaraan.

Logo Pelantara V Tahun 2015

Logo Pelantara V Tahun 2015


Dalam Pelantara V Tahun 2015 ini para peserta tidak sekedar mengikuti pelayaran dengan menggukan KRI. Namun juga akan diberikan berbagai pengenalan kelautan, penampilan seni budaya etnik masing-masing kontingen, bakti sosial dan kirab pasukan pada daerah-daerah persinggahan. Selain itu juga diadakan perkemahan pada event Sail Teluk Tomini di Sulawesi Tengah.

Puncak kegiatan Pelantara V Tahun 2015 diselenggarakan di Pantai Parigi. Parigi adalah sebuah pantai yang terletak di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Pantai yang terletak di Teluk Tomini ini sekaligus menjadi tempat acara Sail Tomini 2015.

Rute pelayaran dalam Pelantara V Tahun 2015

Rute pelayaran dalam Pelantara V Tahun 2015


Akhirnya, kepada para penegak dan pandega anggota Saka Bahari dari seluruh Indonesia yang terpilih mengikuti Pelantara V Tahun 2015, diucapkan selamat berlayar dan selamat menikmati ke-bahari-an Indonesia.



Friday, March 27, 2015

Perkemahan Wirakarya Nasional Ke-VIII Tahun 2015

Perkemahan Wirakarya Nasional Ke-VIII Tahun 2015

Perkemahan Wirakarya Nasional Ke-VIII atau PW Nas VIII akan kembali digelar tahun 2015 ini. Perkemahan Wirakarya atau biasa disingkat dengan PW adalah salah satu jenis pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang berbentuk perkemahan besar. PW diselenggarakan dalam rangka integrasi pramuka dengan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan pembangunan masyarakat. Secara singkat, Perkemahan Wirakarya bisa dikatakan sebagai Kemah Bakti.

Sedangkan PW Nasional adalah Perkemahan Wirakarya yang dilaksanakan secara nasional yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Perkemahan Wirakarya Nasional dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Di tahun 2015 ini adalah penyelenggaraan Perkemahan Wirakarya Nasional yang kedelapan kalinya.

Rencananya Perkemahan Wirakarya Nasional VIII akan diselenggarakan pada tanggal 17-24 Oktober 2015. Lokasi penyelenggaraan Perkemahan Wirakarya Nasional Ke-VIII Tahun 2015 adalah di Hortipark Karang Sidemen Kaki Gunung Rinjani, Kec. Batukliang Utara, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Tema dan Logo Perkemahan Wirakarya Nasional VIII Tahun 2015


Petunjuk Teknis Perkemahan Wirakarya Nasional VIII Tahun 2015 memang belum dikeluarkan. Namun Tema dan Logo Perkemahan Wirakarya Nasional Tahun 2015 telah dirilis. Tema kegiatan pramuka Penegak dan Pramuka Pandega ini adalah “Bersatu, Berkarya, dan Berbudaya Menginspirasi Untuk Negeri”. Sedangkan logo resmi kegiatannya adalah sebagai berikut :



Masih beberapa bulan lagi sebelum Perkemahan Wirakarya Nasional Tahun 2015. Direncanakan sedikitnya akan ada 3000 orang Pramuka Penegak dan Pandega dari seluruh Indonesia yang akan mengikutinya. Karena itu, bagi para Pramuka Penegak dan Pandega yang ingin mengikuti kegiatan tingkat nasional ini, buruan menghubungi Kwartir Cabang dan Kwartir Daerah masing-masing. Bergabunglah dengan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Se-Indonesia untuk berbakti dan ikut serta dalam pembangunan masyarakat.