Saturday, November 29, 2014

SKU | Alat Komunikasi Tradisional dan Modern

SKU | Alat Komunikasi Tradisional dan Modern

Pramukaria; SKU | Alat Komunikasi Tradisional dan Modern. Dapat menyebutkan macam-macam alat komunikasi tradional maupun modern merupakan salah satu bunyi butir Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka Siaga. Materi SKU Siaga Mula nomor 25 berbunyi secara lengkap; Dapat menyebutkan sedikitnya 2 macam alat komunikasi tradisional dan moderen. Sedangkan pada tingkatan SKU Pramuka Siaga Bantu, pada poin ke-24 berbunyi; Dapat menggunakan alat komunikasi tradisional dan modern.

Dengan dua butir syarat kecakapan yang terdapat masing-masing di SKU Pramuka Siaga Mula dan SKU Pramuka Siaga Bantu tersebut, jelaslah bahwa seorang pramuka siaga dituntut untuk mengetahui, memahami, dapat menyebutkan, dan menggunakan (mengoperasikan) berbagai alat komunikasi. Baik alat komunikasi tradisional maupun alat komunikasi modern menjadi salah satu materi latihan pramuka siaga.

Komunikasi sendiri mempunyai arti sebagai "1 pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak; 2 perhubungan;" (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sedangkan alat adalah benda yg dipakai untuk mengerjakan sesuatu. Dengan demikian alat komunikasi dapat berarti sebagai alat yang dipakai dalam menyampaikan, mengirim, atau menerima pesan atau berita antara dua orang atau lebih.

alat komunikasi
Pramuka sedang menggunakan radio, salah satu alat komunikasi modern


Macam-macam Alat Komunikasi Tradisional


Beberapa alat komunikasi tradisional sudah jarang digunakan dan ditinggalkan. Namun bukan berarti seorang anggota pramuka, khususnya pramuka siaga, ikut melupakannya. Dalam kondisi dan situasi tertentu, seperti dalam keadaan darurat, penggunaan alat komunikasi tradisional kerap kali dibutuhkan.

Apa saja macam alat komunikasi tradisional tersebut? Dalam SKU Pramuka Siaga Mula hanya mensyaratkan 2 jenis alat komunikasi tradisonal. Meskipun demikian bukan berarti cukup diketahui dua saja, namun justru harus diketahui sebanyak-banyaknya. Beberapa alat komunikasi tradisional yang selayaknya diketahui oleh anggota pramuka antara lain :


  1. Kentongan; Masyarakat Indonesia (terutama Jawa) telah menggunakan kentongan dengan kode pukulan tertentu untuk melakukan komunikasi, Dari bunyi pukulan kentongan tersebut masyarakat mengetahui bunyi pengumuman yang disampaikan, seperti diminta berkumpul di balai desa, melakukan kerja bakti, pengumuman adanya kejadian luar biasa (kematian, tindakan kejahatan, maupun bencana).
  2. Kerang besar; Bagi sebagian masyarakat Indonesia, terutama di luar pulau Jawa, suara yang dihasilkan dari tiupan kerang berukuran besar berguna sebagai tanda untuk berkumpul, adanya bahaya yang mengancam, dan lain-lain.
  3. Bendera Semaphore; Bendera semaphore merupakan salah satu alat komunikasi tradisional untuk mengirimkan dan menerima berita atau pesan. Dalam kepramukaan, isyarat semaphore masih tetap diajarkan sebagai salah satu keterampilan kepramukaan (scouting skill).
  4. Bendera Morse; Seperti halnya bendera semaphore, bendera morse digunakan untuk mengirim dan menerima berita atau pesan. Dan bagi anggota pramuka, kode morse menjadi salah satu scouting skill yang masih dipelajari hingga kini.
  5. Peluit; Peluit merupaka salah satu alat komunikasi yang digunakan sejak lama. Bahkan hingga kini masih digunakan seperti permainan olah raga (sepakbola, dll) sebagai bentuk komunikasi antara wasit dan pemain. Pun oleh anggota Gerakan Pramuka peluit dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dengan isyarat morse.
  6. Tangan; Anggota tubuh tangan digunakan sebagai alat komunikasi sejak lama. Dengan gerakan atau isyarat tangan orang lain memahami pesan atau perintah yang disampaikan oleh orang lain.
  7. Gong; Selain sebagai alat musik, gong ternyata berfungsi juga sebagai alat komunikasi tradisional.
  8. Asap; Kepulan asap yang membentuk bentuk-bentuk khusus telah digunakan sebagai alat berkomunikasi. Bagi pramuka, kepulan asap pun bisa digunakan untuk menyampaikan pesan menggunakan kode morse.
  9. Alat-alat komunikasi tradional yang lain antara lain api, lampu dan sinar atau cahaya, daun lontar (untuk menuliskan pesan), lonceng atau genta, terompet, prasasti, telegraf, dan lain-lain.

Macam-macam Alat Komunikasi Modern


Seiring berkembangnya zaman, alat komunikasi mengalami kemajuan pesat. Komunikasi yang semula hanya menggunakan alat-alat tradisional kini dapat dilakukan dengan berbagai alat elektronik yang canggih. Seorang pramuka pun tidak boleh ketinggalan zaman dalam mengenal dan mengetahui, serta mengoperasikan alat-alat komunikasi modern tersebut. Diantara macam-macam alat komunikasi moders itu diantaranya adalah :

  1. Telepon; Telepon menjadi salah satu alat komunikasi modern dimana dua orang yang berlainan tempat (bahkan berjauhan) dapat berbicara (mengirim dan menerima beita) secara langsung.
  2. Handphone atau Telepon Genggam; Handphone merupakan pengembangan dari telepon konvensional yang mana bersifat mobile (dapat dibawa kemana-mana).
  3. Komputer dan laptop; Komputer dan laptop memungkinkan seseorang untuk melakukan berbagai hal mulai menonton video, mendengar musik, menonton televisi, mengirimkan email, membaca berita online, chatting, dan lain-lain terutama jika tersambung dengan jaringan internet.
  4. Televisi; Televisi merupakan alat komunikasi modern untuk mengetahui informasi dan hiburan.
  5. Radio; seperti halnya televisi namun alat komunikasi modern ini hanya berupa suara.
  6. Koran dan Majalah; Merupakan media komunikasi dalam bentuk cetak (tulisan).
  7. Faksimili; Merupakan alat untuk mengirimkan pesan dalam bentuk tulisan atau gambar yang tercetak di atas kertas. Biasanya digunakan oleh kantor-kantor untuk mengirimkan dokumen.
Itulah macam-macam alat komunikasi, baik alat komunikasi tradisional maupun alat komunikasi modern yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dan pesan. Seorang anggota pramuka, semenjak usia siaga, semestinya mengetahui, mengenal, memahami, serta dapat mengoperasikan alat-alat komunikasi tersebut. Terlebih hal ini menjadi syarat pencapaian SKU Pramuka Siaga baik untuk tingkat Siaga Mula maupun Siaga Bantu.


Sunday, August 24, 2014

Materi Latihan Pramuka Siaga

Materi Latihan Pramuka Siaga

Materi latihan Pramuka Siaga adalah sekumpulan standar kompetensi yang harus dipenuhi oleh setiap anggota pramuka siaga. Materi-materi tersebut disajikan dalam latihan pramuka dalam bentuk permainan yang mengandung pendidikan serta nyanyian yang menarik dan menyenangkan. Dalam pelaksanaannya, materi latihan diharapkan bersifat modern, bermanfaat dan taat azas. Modern mengandung arti menantang, kreatif, inovatif, dan mandiri, serta sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan kepentingan. Kegiatan dalam latihan siaga bermanfaat, baik bagi pramuka siaga maupun bagi lingkungannya. Materi yang diberikan pun taat azaz dalam artian dilaksanakan dengan berlandaskan Prinsip dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan.

Materi latihan dalam perindukan Siaga, dikelompokkan dalam 5 area pengembangan. Kelima area pengembangan tersebut adalah pengembangan spiritual, pengembangan emosional, pengembangan sosial, pengembangan intelektual, dan pengembangan fisik.

Latihan Pramuka Siaga
Pramuka Siaga Putra

Adapaun materi-materi latihan pramuka siaga pada masing-masing area pengembangan sebagai mana tersebut di atas dapat dijabarkan sebagai berikut :


  1. Area Pengembangan Spiritual, meliputi :
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal aturan agama yang dianutnya dan  agama serta budaya lain; 
    2. Pramuka Siaga Bantu : memahami aturan aturan agama yang dianutnya dan toleransi terhadap penganut agama dan budaya lain; 
    3. Pramuka Siaga Tata : melaksanakan aturan-aturan agama yang dianutnya dan menghormati penganut agama dan budaya lain. 
  2. Area Pengembangan Emosional, meliputi :
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal Dwisatya dan Dwidarma 
    2. Pramuka Siaga Bantu : memahami Dwisatya dan Dwidarma. 
    3. Pramuka Siaga Tata : mengamalkan Dwisatya dan Dwidarma. 
  3. Area Pengembangan Sosial, meliputi :
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal anggota keluarga, teman dalam satu barung, dan mengenal teman dalam satu Perindukan.
    2. Pramuka Siaga Bantu : mengenal lingkungan serta mengetahui aturan-aturan sosial yang berlaku di lingkungannya. 
    3. Pramuka Siaga Tata : Taat terhadap peraturan-peraturan sosial yang berlaku di lingkungannya serta melaksanakan tugas yang diberikan dengan penuh tanggung jawab serta mengetahui wawasan kebangsaan.
  4. Area Pengembangan Intelektual, meliputi : 
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal pengetahuan, teknologi  dan keterampilan kepramukaan.
    2. Pramuka Siaga Bantu : dapat melaksanakan pengetahuan teknologi  dan keterampilan kepramukaan serta dapat memanfaatkannya.
    3. Pramuka Siaga Tata :  dapat menceritakan pengetahuan dan teknologi  serta keterampilan kepramukaan yang dimilikinya dalam barung dan perindukan.
  5. Area Pengembangan Fisik, meliputi :
    1. Pramuka Siaga Mula : mengenal organ tubuh, gerakan dasar olah raga, kebersihan dan kesehatan.
    2. Pramuka Siaga Bantu : memahami fungsi organ tubuh, gerakan dasar olah raga, kebersihan dan kesehatan.
    3. Pramuka Siaga Tata : membiasakan hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan, berolah raga secara teratur dengan mematuhi aturannya, minum cukup dan makan dengan menu gizi seimbang. 
materi-materi latihan untuk pramuka siaga sebagaimana dikelompokkan dalam 5 area pengembangan tersebut telah disusun dalam Syarat Kecakapan Umum Pramuka Siaga untuk masing-masing tingkatan SKU. Sehingga, bagi peserta didik (pramuka siaga) maupun pembina pramuka siaga (Yanda dan Bunda) dalam menjalankan latihan siaga, bisa mengacu pada mataeri-materi sebagaimana point-point dalam SKU.

Thursday, November 28, 2013

Dwisatya, Dwidarma, dan Pengamalan Kode Kehormatan Siaga

Dwisatya, Dwidarma, dan Pengamalan Kode Kehormatan Siaga

Dwisatya, Dwidarma, dan pengamalan Kode Kehormatan Pramuka Siaga. Dwisatya dan Dwidarma adalah inti dari Kode Kehormatan Pramuka Siaga. Keduanya menjadi pedoman bagi setiap Pramuka Siaga untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik di keluarga, di perindukan maupun dalam pergaulan di masyarakat.

Dwisatya dan Dwidarma

Seperti telah diketahui (dan dijelaskan dalam artikel: Kode Kehormatan Pramuka), kode kehormatan bagi pramuka siaga meliputi Dwisatya (janji dan komitmen diri) dan Dwidarma (ketentuan moral). Dwisatya merupakan janji yang harus diucapkan oleh calon Siaga pada saat yang bersangkutan dilantik menjadi Pramuka. Sehingga setelah mengucapkan Dwisatya ia menjadi seorang Pramuka, menjadi saudara semua Pramuka di tanah air dan bahkan menjadi saudara Pramuka seluruh dunia.

Adapun isi dan bunyi Dwisatya adalah sebagai berikut:

Dwisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh- sungguh, 
  • Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga. 
  • Setiap hari berbuat kebaikan.
Sedangkan Dwidarma adalah ketentuan moral yang menjadi pedoman hidup bagi Siaga. Dwidarma diucapkan pada saat upacara pembukaan latihan di perindukan dengan harapan menjadi pengingat bagi setiap siaga agar senantiasa berperilaku sesuai dengan darma tersebut.


Adapun isi dan bunyi Dwidarma adalah sebagai berikut:

Dwidarma: 
  1. Siaga itu patuh pada ayah dan ibundanya. 
  2. Siaga itu berani dan tidak putus asa.
Pramuka Siaga
Pramuka Siaga

Pengamalan Dwisatya dan Dwidarma (Kode Kehormatan Siaga)

Siaga yang sudah mengucapkan Dwisatya, wajib mematuhi dan melaksanakannya. sebagai pengamalan satya pertama dalam Dwisatya, seorang Pramuka siaga tersebut harus: 
  • Patuh menjalankan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama yang dipeluknya,
  • Saling menghargai teman yang menjalankan ibadah  
  • Tidak memilih teman karena perbedaan agama, suku atau materi yang dimiliki. 
  • Siaga juga berkewajiban terhadap tanah air 
  • Menuruti aturan keluarga serta aturan ayah dan bunda di rumah dan di perindukannya. 
 
Sedangkan untuk pengamalan satya yang kedua, setiap hari seorang siaga harus berusaha untuk berbuat kebaikan, semisal: 
  • Membantu pekerjaan ibu dan ayah di rumah dengan ikhlas seperti membersihkan kamar tidurnya, menyapu, dan mencuci piring.   
  • Memberikan kesempatan pertama kepada orang tua untuk duduk di kursi bus jika keadaan bus sedang penuh.
  • Memberikan pertolongan kepada teman yang membutuhkan pertolongan
Selain melaksanakan satyanya, siaga juga harus berfikir, berucap, dan bertindak sesuai dengan darmanya. Pengamalan terhadap Dwidarma semisal adalah:
  • Membiasakan diri untuk patuh kepada ayah dan bundanya baik di rumah maupun di perindukan.  
  • Selalu berani karena benar serta tidak boleh takut menyampaikan pendapat untuk kebenaran.
  • Tidak boleh putus asa, selalu berusaha dengan sungguh disertai dengan doa dan niat baik agar usahanya dapat berhasil.  
Itulah Dwisatya, Dwidarma dan pengamalan kode kehormatan siaga. Kode Kehormatan (Dwisatya dan Dwidarma) tersebut harus dihafal oleh Siaga dan dijelaskan oleh Pembina Siaga untuk hayati dan diamalkan oleh Siaga sebagai pedoman hidupnya.

Sunday, July 28, 2013

Lirik Yel Pramuka Siaga Cing Gemerincing

Lirik Yel Pramuka Siaga Cing Gemerincing

Lirik Yel pramuka siaga Cing Gemerincing merupakan sebuah lagu yel untuk pramuka siaga dengan lirik lagu yang sederhana. Lagu yel pramuka siaga ini juga dilengkapi dengan video para pramuka siaga saat mengikuti pesta siaga, salah satu pertemuan para siaga.

lagu-yel-pramuka-siaga
Lagu yel pramuka siaga

Lirik Lagu Yel Pramuka Siaga

Adapun lirik lagu yel pramuka siaga berjudul Cing Gemerincing adalah sebagai berikut:

Cing Gemerincing

Cing cing gemerincing
Suara rebana berbunyi nyaring
Cing cing gemerincing
Kaki melangkah beriring-iring

Lenggang yang serempak
Dengan lenggok berirama
Hati siapapun
Akan senang melihatnya

Video Lagu Yel Pramuka Siaga

Berikut ini video lagu yel pramuka Cing Gemerincing:




Semoga lagu yel Cing Gemerincing dapat memperkaya koleksi lagu pramuka dan yel pramuka terutama untuk pramuka siaga.

Wednesday, July 10, 2013

Model Pakaian Pramuka Siaga Putri

Model Pakaian Pramuka Siaga Putri

Model pakaian seragam pramuka siaga putri terbaru (2012) mengalami perubahan yang mencolok. Meskipun secara keseluruhan hampir sama dengan seragam pramuka siaga terdahulu, namun dengan adanya lis berwana coklat tua di lengan dan saku, membuat seragam siaga keluaran SK Kwarnas No 174 Tahun 2012 ini tampak mencolok perbedaannya.

Sebagaimana diketahui, Desember 2012 silam Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengeluarkan SK Kwarnas Nomor 174 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka, menggantikan Petunjuk Penyelenggaraan sebelumnya, SK Nomor  226  Tahun  2007.

Dalam jukran kali ini, Pakaian Seragam Pramuka terdiri atas 4 jenis yaitu; Pakaian Seragam Harian, Pakaian Seragam Kegiatan, Pakaian Seragam Upacara, dan Pakaian Seragam Khusus yang (Pakaian Seragam Muslim dan Pakaian Seragam Tambahan). Dalam post kali ini akan dibahas tentang dua jenis pakaian seragam pramuka untuk siaga yaitu Pakaian Seragam Harian dan Pakaian Seragam Muslim bagi pramuka siaga putri.

Gambar Model Pakaian Seragam Harian Siaga Putri

Pakaian seragam harian adalah pakaian yang dikenakan anggota Gerakan Pramuka pada waktu melakukan kegiatan kepramukaan harian dan pada waktu mengikuti upacara. Adapun model atau gambar pakaian seragam harian untuk pramuka siaga putri adalah sebagai berikut:

Gambar dan Model Pakaian Seragam Harian untuk Pramuka Siaga putri

Penjelasan Pakaian Seragam Harian Siaga Putri

Pakaian Seragam Harian Pramuka Siaga Putri dibahas secara detail dalam Jukran Nomor 174 Tahun 2012 Bab IV Poin 1a yang meliputi tutup kepala, baju, rok, setangan leher, kaos kaki, sepatu, hingga tanda pengenal.

Pakaian Seragam Harian Pramuka Siaga Putri:
  1. Tutup Kepala:
    1. dibuat dari kain warna coklat tua.
    2. berbentuk topi joki terdiri dari lima potongan.
    3. pada batas tiap potongan diberi bisban warna coklat muda selebar ¼ cm.
    4. di bagian atas, tepat pada pertemuan potongan-potongan diberi bulatan sebagai hiasan, bergaris tengah antara 1 sampai 3 cm warna coklat tua.
    5. pada bagian belakang topi diberi elastik.
    6. lebar lidah topi di bagian depan 5 cm, warna coklat tua.
  2. Baju:
    1. dibuat dari bahan warna coklat muda.
    2. lengan pendek.
    3. memakai lidah bahu, dengan lebar 2,5 cm.
    4. kerah model kerah shiller.
    5. memakai 2 (dua) buah kancing dipasang di bagian depan (dibuat di dalam 2 lipatan).
    6. memakai lipatan hiasan melintang di dada selebar 2 cm.
    7. lengan baju diberi 2 (dua) lis warna coklat tua; lebar lis atas 1,5 cm, lebar lis bawah 3 cm.
    8. memakai 2 (dua) saku tempel pada bagian depan bawah kanan dan kiri.
    9. 1 (satu) cm dari tepi atas saku diberi lis warna coklat tua, lebar 1,5 cm.
    10. disamping kanan dan kiri bawah diberi belahan.
    11. panjang sampai garis pinggul, dipakai di luar rok.
  3. Rok:
    1. dibuat dari bahan warna coklat tua.
    2. berbentuk kulot.
    3. memakai ban pinggang dan diberi karet/elastik disisi kanan dan kiri.
    4. memakai 2 (dua) saku timbul di bagian depan, dengan lipatan dalam di tengah saku dan diberi tutup (ukuran saku disesuaikan dengan besar badan pemakai). 
    5. bagian depan dan belakang tanpa lipatan, hanya menggunakan kupnat.
    6. memakai ritsleting di bagian belakang.
    7. panjang 5 cm di bawah lutut.
  4. Setangan Leher:
    1. dibuat dari bahan warna merah dan putih.
    2. berbentuk segitiga sama kaki;
      • sisi panjang 90 cm dengan sudut bawah 90ยบ(panjang disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di pinggang).
      • bahan dasar warna putih dengan lis merah selebar 5 cm.
    3. setangan leher dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan ± 5 cm) sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan pemakaiannya tampak rapi.
    4. dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.
    5. dikenakan di bawah kerah baju.
  5. Kaos Kaki:
    1. panjang kaos kaki sampai betis.
    2. warna hitam.
  6. Sepatu:
    1. model tertutup.
    2. warna hitam.
    3. bertumit rendah.
  7. Tanda Pengenal:
    1. tanda topi dikenakan di topi bagian depan tengah.
    2. papan nama dikenakan di baju bagian depan kanan di atas lipatan.

Gambar Model Pakaian Seragam Muslim Siaga Putri

Pakaian seragam muslim merupakan Pakaian Seragam Khusus. Pakaian seragam khusus muslim ini bisa dikenakan oleh anggota pramuka siaga yang beragama Islam apabila situasi mengharuskannya. Adapun model atau gambar pakaian seragam muslim untuk pramuka siaga putri adalah sebagai berikut:

Gambar dan Model Pakaian Seragam Muslim untuk Pramuka Siaga putri

Penjelasan Pakaian Seragam Muslim Putri

Untuk pakaian seragam muslim putri sebagaimana dijelaskan dalam SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 174 Tahun 2012 Bab IV Poin 4a adalah sebagai berikut:
  1. Tutup Kepala:
    1. topi dan tanda topi (sesuai dengan tingkatannya).
    2. kerudung warna coklat tua tanpa asesoris:
      • kerudung/jilbab dimasukkan ke dalam baju, atau
      • kerudung/jilbab di luar baju.
  2. Baju seperti pakaian seragam harian namun berlengan panjang.
  3. Rok/celana panjang warna coklat tua.
  4. Setangan leher seperti setangan leher pakaian seragam harian.
  5. Kaos kaki dan sepatu model tertutup, berwarna hitam.
  6. Digunakan oleh anggota Gerakan Pramuka yang beragama Islam, apabila situasi mengharuskan.
Bagi Yahda, Bunda, Pakcik, Bucik dan kakak-kakak pembina yang terlibat di gugusdepan yang memiliki golongan peserta didik siaga perlu mencermati ketentuan-ketentuan dalam Jukran Seragam Pramuka yang baru ini utamanya terkait dengan pakaian seragam untuk pramuka siaga.

Thursday, June 6, 2013

SKK dan TKK Wajib Berkemah

SKK dan TKK Wajib Berkemah

SKK Berkemah menjadi salah satu dari 10 SKK dsan TKK wajib sebagaimana SKK Penabung. Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Berkemah harus dipenuhi oleh seorang peserta didik untuk mendapatkan TKK (Tanda Kecakapan Khusus) Berkemah yaitu tanda yang menunjukkan kecakapan dan keterampilan seorang anggota pramuka dalah hal berkemah.

SKK Berkemah ini merupakan salah satu kecakapan khusus bidang keterampilan dan teknik pembangunan. Setiap anggota pramuka mulai dari siaga, penggalang, penegak, hingga pandega dapat mengajukan dirinya untuk menyelesaikan Syarat Kecakapan Khusus Berkemah ini untuk memperoleh Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Berkemah yang berwarna dasar hijau ini.

berkemah

Gambar TKK Berkemah

Gambar Tanda Kecakapan Khusus Berkemah adalah sebagai berikut:

TKK-Berkemah

Sebagaimana TKK lainnya, bentuk dan bingkai TKK berkemah akan berbeda menyesuaikan dengan golongan pramuka pemakainya serta tingkatan TKK-nya. Untuk gambar TKK Berkemah golongan pramuka siaga berbentuk  segi tiga terbalik. Sedangkan untuk golongan pramuka lainnya berbentuk lingkaran (untuk tingkat purwa), persegi (madya), dan segi lima (utama). Garis tepinya berwarna merah untuk pramuka penggalang dan berwarna kuning untuk pramuka penegak dan pandega.

Syarat Kecakapan Khusus Berkemah

Syarat Kecakapan Khusus Berkemah untuk mendapatkan TKK Berkemah untuk masing-masing golongan pramuka adalah sebagai berikut:

Syarat Kecakapan Khusus Berkemah untuk pramuka siaga

Seorang Pramuka Siaga harus:

  1. sedikitnya sudah 3 kali mengikuti Perkemahan Sehari (Persari = Dagkamp),
  2. dapat mengatur barang-barang di dalam tendanya,
  3. mengerti dan dapat menjaga kebersihan perkemahan barungnya.

Syarat Kecakapan Khusus Berkemah untuk pramuka penggalang, penegak, dan pandega

  1. Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
    1. sedikitnya sudah 3 kali mengikuti perkemahan sehari semalam (misalnya Perkemahan Sabtu Minggu = Persami), dan satu kali perkemahan yang lebih dari 2 malam,
    2. dapat memperlihatkan cara menyusun isi kantong punggung (ransel = rugzak) dengan baik dan rapih,
    3. mengetahui dan dapat mendirikan tenda regu (untuk 6 – 10 orang), dengan rapih dan benar, termasuk pemakaian simpul dan pembuatan paritnya,
    4. mengetahui dan dapat mengatur perkemahan regu/sangganya (mengatur barang dalam tenda, isi tenda dapur, barang-barang di rak piring, rak sepatu, dan lain-lain.
    5. mengetahui dan dapat menjaga kebersihan perkemahan regu/sangganya, termasuk pembuatan tempat sampah basah dan sampah kering, serta membawa pulang ke rumah alat-alat dapur dan barang lainnya dalam keadaan bersih.
      Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
    6. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga, sehingga mencapai Berkemah.
  2. Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
    1. telah memenuhi SKK Berkemah Tingkat Purwa,
    2. tahu keperluan perlengkapan berkemah untuk perorangan dan regu/sangganya,
    3. mengetahui dan dapat mengatur perkemahan regu/sangganya, yaitu:
      • dapat menempatkan letak tenda tidur, tenda dapur, tiang jemuran rak piring, rak sepatu, tempat sampah, dan sebagainya,
      • dapat mengatur aliran air hujan,
    4. dapat mendirikan berbagai macam tenda, misalnya tenda tidur, tenda dapur, tenda makan, tenda beratap ganda (double dek), melipat serta memelihara tenda regu,
    5. dapat membuat pagar, tiang jemuran, rak piring, rak sepatu dan lain-lain secara sederhana.
      Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
    6. dapat membuat pembagian tugas kerja (korve) bagi anggota regu/sangganya,
    7. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Berkemah Tingkat Purwa.
  3. Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
    1. telah mencapai SKK Berkemah Tingkat Madya,
    2. tahu keperluan perlengkapan berkemah untuk pasukan/ambalan, dan peraturan serta syarat-syarat perkemahan yang baik,
    3. dapat mengatur letak perkemahan regu/sangga dalam pasukan/ambalannya, termasuk menentukan letak lapangan upacara dan tempat berlatih,
    4. tahu cara penentuan tempat sanitasi (tempat mandi, cuci dan kakus),
    5. dapat mendirikan tenda besar dari kain terpal, atau membuat tenda darurat dari bahan yang ada di sekitarnya
    6. tahu syarat perkemahan yang baik dan:
      1. dapat mencari tempat berkemah yang memenuhi syarat perkemahan,
      2. dapat mengusahakan air minum yang sehat di perkemahan,
      3. mengetahui usaha untuk mendapatkan izin orang tua, kwartir, pemerintah setempat, dan pemilik tanah, serta tempat-tempat lainnya.

        Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
    7. dapat menyusun acara perkemahan Penggalang/Penegak/Pandega, untuk sedikitnya selama 24 jam,
    8. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Berkemah Tingkat Madya.

Syarat-syarat kecakapan khusus Berkemah yang termasuk SKK bidang keterampilan dan teknik pembangunan ini harusnya tidak sulit untuk dicapai. Apalagi keterampilan berkemah seharusnya menjadsi salah satu keterampilan yang dikuasai oleh setiap pramuka.

Monday, June 3, 2013

SKK dan TKK Penabung

SKK dan TKK Penabung

SKK (Syarat Kecakapan Khusus) dan TKK (Tanda Kecakapan Khusus) Penabung akan kita bahasa tuntas kali ini. SKK Penabung merupakan salah satu Kecakapan Khusus yang dapat diraih oleh peserta didik pramuka baik untuk golongan pramuka siaga, penggalang, penegak, maupun pandega. Bahkan SKK Penabung termasuk satu dianatara 10 SKK wajib yang harus dicapai sebagai salah satu persyaratan mencapai Pramuka Garuda.

SKK Penabung merupakan salah satu kecakapan khusus bidang agama, mental, moral, spiritual, pembentukan pribadi dan watak sehingga dalam gambarnya (TKK; Tanda Kecakapan Khusus) mempunyai warna dasar berwarna kuning.

Gambar TKK Penabung

Gambar TKK Penabung adalah sebagai berikut:

SKK PENABUNGSebagaimana TKK lainnya, bentuk dan bingkai TKK ini akan berbeda menyesuaikan dengan golongan pramuka pemakainya serta tingkatan TKK-nya. Untuk gambar TKK Penabung golongan pramuka siaga berbentuk  segitiga terbalik. Sedangkan untuk golongan pramuka lainnya berbentuk lingkaran (untuk tingkat purwa), persegi (madya), dan segilima (utama) dengan lis (garis tepi) berwarna merah (penggalang) dan kuning (penegak dan pandega).

Syarat Kecakapan Khusus Penabung

Untuk syarat kecakapan khusus penabung dibedakan sesuai masing-masing golongan pramuka dan tingkatannya. Berikut adalah syarat-syarat untuk mencapai TKK Penabung:

  • SKK Penabung untuk golongan Pramuka Siaga
    Seorang Pramuka Siaga harus:
    1. memiliki buku Tabanas, buku Tabungan Pramuka, atau buku Tabungan Pelajar,
    2. dapat menabung uang secara teratur dalam buku tabungannya itu sekurang-kurangnya selama 6 bulan,
    3. dapat dengan hafal menyanyikan lagu ”Mari Menabung” ciptaan Imam Soetiono.
  • SKK Penabung untuk golongan Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega
    1. Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
      1. telah memenuhi SKK Penabung untuk Siaga,
      2. seluruh atau sebagian uang yang ditabung dalam buku tabungannya adalah uang yang diperoleh dari hasil usahanya sendiri,
      3. dapat membantu mengurus administrasi buku-buku Tabungan Pramuka di Perindukan Siaga atau di Pasukan Penggalang.
        Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
      4. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga, sehingga mencapai TKK Penabung.
    2. Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
      1. telah memenuhi SKK Penabung Tingkat Purwa,
      2. dapat menjelaskan kepada Pramuka lain cara menabung dalam bank lewat Tabanas, buku Tabungan Pramuka atau buku Tabungan Pelajar,
      3. dapat menjelaskan kepada Pramuka lain perbedaan antara menabung di celengan dan menabung di bank lewat Tabanas, buku Tabungan Pramuka atau buku Tabungan Pelajar.
        Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
      4. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Penabung Tingkat Purwa.
    3. Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
      1. telah memenuhi SKK Menabung Tingkat Madya,
      2. dapat merencanakan, mempersiapkan, dan melaksanakan suatu sandiwara kecil atau suatu ceramah tentang menabung untuk para Pramuka atau orang lain,
      3. mengerti arti beberapa istilah yang biasa digunakan dalam dunia perbankan, misalnya rekening giro, deposito, sertifikat BI, cek, treveller cheque, dan sejenisnya.
        Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
      4. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Penabung Tingkat Madya.

Nah, adik-adik siaga, penggalang, penegak, maupun pandega, itulah Kecakapan Khusus penabung mulai dari gambar TKK hingga Syarat-syaratnya. Bagi adik-adik pramuka tentu tidak terlalu sulit untuk meraih TKK penabung tersebut dan bagi kakak-kakak pembina tentunya harus selalu memberikan motivasi agar adik-adiknya dapat menyelesaikan SKK bidang agama, mental, moral, spiritual, pembentukan pribadi dan watak.

Monday, May 6, 2013

Mengenal Pramuka Siaga

Mengenal Pramuka Siaga

Mengenal pramuka siaga, pengertian pramuka siaga, serta segala hal terkait dengan pramuka siaga. Sebagaimana diketahui, anggota Gerakan Pramuka dapat digolongan berdasarkan usia peserta didik. Berdasarkan penggolongan ini anggota Gerakan Pramuka dapat dikelompokkan menjadi pramuka siaga, penggalang, penegak, dan pandega.

Apa itu pramuka siaga?. Pramuka siaga merupakan sebutan bagi anggota pramuka yang berusia antara 7 hingga 10 tahun. Penggunaan kata ‘siaga’ sendiri diambil dari romantisme sejarah perjuangan bangsa Indonesia di mana tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia, ditandai dengan lahirnya Boedi Oetomo pada tahun 1908 menjadi pertanda rakyat Indonesia tengah '”menyiagakan” diri untuk mencapai kemerdekaan.

Kode Kehormatan Siaga


Sebagaimana golongan lainnya yang memiliki kode kehormatan berupa janji (satya) dan ketentuan moral (darma), pramuka siaga pun memilikinya. Janji seorang pramuka siaga disebut dengan ‘Dwisatya’ sedangkan ketentuan moralnya dinamakan "’Dwi Darma’.

Kode kehormatan sendiri merupakan serangkaian ketentuan dasar yang harus dilaksanakan setiap anggota Pramuka dalam bertingkah laku sehari-hari. Kode kehormatan untuk pramuka siaga terdiri atas Dwisatya dan Dwidarma yang bunyinya sebagai berikut:
Dwisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
  • menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.
  • setiap hari berbuat kebaikan.
Dwidarma
  1. Siaga berbakti pada ayah dan ibundanya.
  2. Siaga berani dan tidak putus asa.

pramuka-siaga

Pengorganisasian Pramuka Siaga


Dalam setiap kegiatannya, sebagaimana ketentuan dalam ‘metode kepramukaan’ yang salah satu poinnya menghendaki ‘kegiatan berkelompok, bekerja sama, dan berkompetisi’ satuan pramuka siaga diorganisasikan dalam kelompok-kelompok secara berjenjang.

Satuan terkecilnya dinamakan ‘Barung’ yang terdiri atas 5 s.d 10 orang siaga. barung ini diberi nama dengan ‘nama warna’ semisal Barung Merah, Barung Hijau, dan lain-lain. Barung sendiri dipimpin oleh seorang Pemimpin Barung (yang disingkat Pinrung) dan dibantu oleh Wakil Pemimpin Barung (Wapinrung). Penggunaan istilah ‘barung’ mengacu pada kata “barung-barung” yang memiliki arti (1) teratak; gubuk; pondok; (2) rumah kecil (untuk berkedai); warung (Kamus Besar Bahas Indonesia)

Empat barung kemudian dikelompokkan dalam satuan yang dinamakan ‘Perindukan’. Perindukan dipimpin oleh seorang Pimpinan Barung Utama atau yang biasa disebut sebagai Sulung. Sulung ini dipilih secara bergiliran dari masing-masing Pinrung yang ada di perindukan tersebut.

Perindukan ini dibimbing oleh seorang Pembina Pramuka Siaga yang biasa dipanggil dengan sebutan ‘Yahda’ (putra) dan Bunda (putri). Selain itu juga dibantu oleh dua orang Pembantu Pembina Siaga yang dipanggil ‘Pakcik’ (putra) dan ‘Bucik’ (putri).

Seragam Pramuka Siaga


Pakaian seragam pramuka siaga putri adalah sebagai beriku:

A01 SERAGAM HARIAN PRAMUKA SIAGA PUTRI

Seragam harian pramuka siaga putra adalah sebagai berikut:

B01 SERAGAM HARIAN PRAMUKA SIAGA PA

Baca Juga:



Sistem Tanda Kecakapan Pramuka Siaga


Kecakapan pramuka siaga terdiri atas Kecakapan Umum, Kecakapan Khusus, dan Pramuka Garuda. Kecakapan Umumnya ditempuh dengan menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) yang terdiri atas tiga tingkatan yaitu Siaga Mula, Siaga Tata, dan Siaga Bantu.

Selain kecakapan umum juga terdapat Syarat-syarat Kecakapan Khusus yang hanya memiliki satu tingkatan saja. Dan di samping, para pramuka siaga yang telah mencapai Siaga Bantu dapat menempuh Pramuka Siaga.

Lain-lain Tentang Siaga

  • Untuk menyingkat pramuka siaga biasa digunakan huruf “S” atau kode warna “hijau”
  • Upacara-upacara dalam perindukan menggunakan format barisan lingkaran dengan pembina berada di tengahnya. Ini mengandung filosofi cara pandang Pramuka Siaga yang masih terfokus pada satu titik.
  • Kegiatan-kegiatan (pertemua pramuka) untuk pramuka siaga adalah ‘Pesta Siaga’. Pesta Siaga merupakan pertemuan pramuka Siaga dalam bentuk perkemahan besar selama satu hari (tanpa menginap) dengan berbagai  kegiatan.
Baca juga: Materi Latihan Pramuka Siaga

Nah, itulah berbagai hal mengenai pramuka siaga yang patut kita ketahui bersama.