Wednesday, January 7, 2015

Lambang Saka Dirgantara dan Arti Kiasannya

Lambang Saka Dirgantara dan Arti Kiasannya

Pramukaria. Lambang Saka Dirgantara dan arti kiasan lambangnya. Satuan Karya Pramuka Dirgantara, atau dikenal sebagai Saka Dirgantara, memiliki lambang berbentuk segi lima beraturan dengan masing-masing sisi yang berukuran sama. Lambang Saka Dirgantara yang didominasi warna jingga dengan gambar pesawat dan roket yang sedang terbang tersebut memiliki makna dan arti kiasan. Di samping itu, tentunya ukuran, bentuk, bahan, dan arti yang terkandung dalam lambang tersebut telah diatur dalam peraturan khusus.

Lambang Saka Dirgantara dengan berbagai ketentuan terkait bentuk, bahan, ukuran, dan arti kiasan yang terkandung di dalamnya diatur melalui Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No.151 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Penyelenggaran Satuan Karya Pramuka Dirgantara. Pengaturannya secara mendetail dapat disimak dalam Bab IX (LAMBANG, BENDERA, TANDA JABATAN, PAPAN NAMA, DAN STEMPEL) Pasal 1.

Satuan Karya Pramuka Dirgantara sendiri merupakan salah satu diantara 11 Saka Tingkat Nasional yang telah ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Menilik namanya, dirgantara, Satuan Karya Pramuka ini memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kedirgantaraan kepada para anggotanya, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Kedirgantaraan sendiri mengandung arti sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan ruang udara yang terbentang luas di atas permukaan bumi hingga batas yang tak terhingga.

Lambang Saka Dirgantara
Lambang Saka Dirgantara di lengan baju pramuka


Bentuk, Gambar, dan Warna Lambang Saka Dirgantara


Lambang Satuan Karya Pramuka Dirgantara diatur dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No.151 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Penyelenggaran Satuan Karya Pramuka Dirgantara, Bab IX Pasal 1. Dalam Bab IX yang berjudul Lambang, Bendera, Tanda Jabatan, Papan Nama, dan Stempel tersebut disebutkan bahwa :

  1. Lambang Saka Dirgantara berbentuk segi lima beraturan. Masing-masing sisi memiliki panjang 5 cm. 
  2. Di dalam lambang terdapat gambar pesawat terbang dan roket, sepasang tunas kelapa, bintang, dan tulisan SAKA DIRGANTARA.
  3. Warna pada gambar dan lambang meliputi :
    1. Warna dasar lambang : Jingga
    2. Gambar pesawat berwarna putih, kuning, dan abu-abu dengan warna dasar hitam yang membentuk sudut lancip ke arah kanan.
    3. Gambar sepasang tunas kelapa berwarna hitam di atas kotak berwarna putih dengan setiap sudutnya yang melengkung. Di atas tunas kelapa terdapat gambar bintang bersudut lima berwarna hitam.
    4. Tulisan Saka Dirgantara berwarna hitam.
    5. Gambar gas pancar roket berwarna merah.
Lambang Saka Dirgantara
Lambang Saka Dirgantara

Arti Kiasan Lambang Saka Dirgantara


  1. Masing-masing gambar dalam lambang Saka Dirgantara memiliki arti kiasan :
    1. Bentuk segi lima mengandung arti falsafah Pancasila.
    2. Warna jingga mengandung arti kemauan mewujudkan cipta dan karsa.
    3. Warna putih mengandung arti penerapan teknologi maju.
    4. Warna hitam mengandung arti wawasan antariksa.
    5. Lambang Tunas Kelapa mengandung arti keberadaan setiap anggota Gerakan Pramuka dalam ikut serta melaksanakan pembangunan kedirgantaraan.
  2. Masing-masing gambar dalam lambang Saka Dirgantara memiliki arti kiasan :
    1. Warna jingga melambangkan kecintaan.
    2. Warna putih melambangkan kesucian.
    3. Warna kuning melambangkan ceria.
    4. Warna abu-abu melambangkan keanggunan.
    5. Warna hitam melambangkan kedewasaan.
    6. Warna merah melambangkan keberanian berkarya.
  3. Secara keseluruhan lambang Saka Dirgantara mengandung arti dengan rasa kedewasaan berarti tulus dan suci anggota Saka Dirgantara mengabdikan diri dengan setia, selalu siap menolong, berani berkarya dengan riang gembira untuk mengembangkan minat dan potensi Dirgantara menjadi kekuatan Nasional sebagai pengamalan Pancasila.

Penggunaan dan Pemakaian Lambang Saka Dirgantara


Lambang Satuan Karya Pramuka Dirgantara dipergunakan, antara lain sebagai tanda pengenal satuan yang dikenakan di pakaian seragam pramuka anggota Saka Dirgantara. Lambang Saka Dirgantara ini terbuat dari bahan kain. Pada Pakaian seragam pramuka dikenakan di lengan baju sebelah kiri, kira-kira 3 cm di bawah jahitan pundak baju.

Lambang juga digunakan dalam bendera Saka Dirgantara. Bendera berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran empat berbanding tiga dan berwarna dasar biru. Di bawah lambang terdapat tulisan SAKA DIRGANTARA berwarna hitam dengan huruf kapital.

Monday, September 8, 2014

Lambang WOSM (Pandu Dunia) dan Arti Kiasannya

Lambang WOSM (Pandu Dunia) dan Arti Kiasannya

Lambang WOSM (Pandu Dunia) dan arti kiasan yang terkandung di dalamnya. Lambang WOSM atau World Organization of the Scout Movement (Organisasi Kepanduan Sedunia) adalah logo atau lambang kepramukaan sedunia yang juga dijadikan sebagai lencana pada pakaian pramuka. Di Indonesia, lencana WOSM menjadi salah satu Tanda Umum Gerakan Pramuka (bagian dari Tanda Pengenal Gerakan Pramuka). Tanda ini dikenakan di baju seragam pramuka di dada sebelah kanan (anggota putra) dan kerah baju sebelah kanan (anggota putri).

Lambang WOSM terdiri atas gambar "fleur-de-lis" (atau dikenal juga sebagai treefoil atau "bunga lily dengan tiga ujung"), kompas, dua bintang, yang dilingkari tali bersimpul mati. Gambar berwarna putih dengan warna latar (background) berwarna ungu.

Lambang "fleur-de-lis" ini telah digunakan oleh Baden Powell, Bapak Pramuka Sedunia, untuk disematkan kepada 22 anak laki-laki yang mengikuti perkemahan di Pulau Bwonsea pada 25 Juli - 2 Agustus 1907. Hingga kini lambang tersebut masih digunakan sebagai lambang WOSM (Organisasi Kepanduan Sedunia) dan banyak organisasi kepramukaan di berbagai negara.

pramuka dan lambang pandu dunia
Pramuka berpose di depan lambang Pandu Dunia (WOSM)


Lambang WOSM tersebut adalah sebagai berikut :

lambang wosm
Lambang WOSM


Arti dan Makna Kiasan dalam Lambang WOSM

Lambang WOSM yang terdiri atas jarus kompas, "fleur-de-lis" atau "treefoil", dua bintang, dan tali melinkar bersimpul mati memiliki makna dan arti kiasan sebagai berikut :


  1. Jarum kompas menunjuk ke atas (utara), memiliki arti sebagai pengingat bagi setiap pramuka agar senantiasa melakukan kebenaran dan menjadi pribadi yang dapat dipercaya. Selain itu untuk senantiasa menjaga cita-citanya dan perannya sebagai penunjuk jalan.
  2. Treefoil (fleur-de-lis) atau Bunga dengan Tiga Ujung, mengiaskan Tiga Janji Pramuka (Scout Promise)
  3. Dua bintang, melambangkan bahwa seorang anggota Pramuka selalu berupaya untuk dapat menjadi penerangan dan menolong dalam kebenaran dan pengetahuan.
  4. Tali melingkar dengan ujung membentuk simpul mati, mengiaskan bahwa antar sesama Pramuka di seluruh dunia selalu menjalin hubungan persahabatan dan persaudaraan.
  5. Warna putih, melambangkan jiwa Pramuka yang berhati suci dan bersih. 
  6. Warna dasar ungu, memiliki arti bahwa Pramuka memiliki keterampilan kepemimpinan dan suka menolong orang lain.
Di Indonesia, lambang atau logo WOSM ini selain disematkan di pakaian seragam pramuka, bersama dengan lambang Gerakan Pramuka, juga digunakan sebagai kop surat organisasi dan (mulai dari gudep hingga Kwartir Nasional Gerakan Pramuka) dan papan nama gugusdepan dan kwartir.

Saturday, August 23, 2014

SKU : Lambang dan Ikon Agama di Indonesia

SKU : Lambang dan Ikon Agama di Indonesia

Syarat ke-3 dalam Syarat Kecakapan Umum Penggalang Ramu adalah "dapat menyebutkan agama-agama yang ada di Indonesia serta nama tempat ibadahnya". Pada syarat tersebut mempunyai dua pencapaian SKU yaitu, seorang calon penggalang ramu harus dapat menggambarkan lambang/ikon dari setiap agama di Indonesia dan dapat menyebutkan waktu pelaksanaan ibadah dari masing-masing golongan agama.

Lambang mempunyai arti sebagai sesuatu seperti tanda (lukisan, lencana, dsb) yang menyatakan suatu hal atau mengandung maksud tertentu; Sedang ikon adalah lukisan, gambar, atau gambaran. Lambang dan ikon mempunyai arti yang sama dengan simbol yaitu gambar, bentuk, atau benda yang mewakili suatu gagasan, benda, ataupun jumlah sesuatu. Sehingga lambang atau ikon agama dapat diartikan sebagai gambar, bentuk, atau benda yang mewakili agama-agama tertentu di Indonesia yaitu Islam, Kristen, Katolik, HIndu, Budha, dan Konghuchu.

Lambang / Ikon Agama di Indonesia

Sebagai salah satu indikator pencapaian SKU Pramuka Penggalang Ramu, seorang calon penggalang ramu harus mengetahui dan memahami lambang-lambang atau ikon-ikon yang melambangkan masing-masing agama di Indonesia.

Adapun lambang, simbol atau ikon yang kerap digunakan oleh masing-masing agama di Indonesia adalah:



  1. Lambang / ikon agama Budha, meliputi:  Dharmacakra, Swastika, bunga Teratai
  2. Lambang / ikon agama Hindu, meliputi : Teratai, Swastika, dan Om
  3. Lambang / ikon agama Islam, meliputi : Bulan Sabit
  4. Lambang / ikon agama Kristen dan Katolik, meliputi : Salib
  5. Lambang / ikon agama Konghuchu, meliputi : Yin Yang

Selain gambar-gambar tersebut simbol dan lambang agama dapat berupa kitab suci,  tuhan, nabi, dan tempat peribadatan. Tempat ibadah agama di Indonesia antara lain: Wihara (Budha), Pura (Hindu), Masjid (Islam), Gereja (Katolik dan Kristen) Litang dan Kelenteng (Khonghucu). 

Syarat Kecakapan Umum Penggalang Ramu yang lainnya, baca :

Wednesday, April 16, 2014

Arti Lambang Saka Wira Kartika

Arti Lambang Saka Wira Kartika

Arti lambang Saka Wira Kartika. Saka atau satuan Karya Pramuka Wira Kartika memiliki lambang atau logo berbentuk segi lima beraturan dengan warda dasar merah dan putih dilengkapi serangkaian gambar di dalamnya. Sebagaimana lambang-lambang lainnya, lambang Saka Wira Kartika tentunya diciptakan disertai dengan arti dan makna kiasan. Arti dan makna tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari logo itu sendiri.

Bentuk, bahan, ukuran, dan arti lambang Saka Wira Kartika diatur dalam Jukran Satuan Karya Pramuka Wira Kartika. Adalah Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 205 Tahun 2009 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Wira Kartika yang secara detail mengaturnya. Dalam Petunjuk Penyelenggaraan tersebut terkait dengan lambang, bendera, dan tanda jabatan dalam salah satu Saka yang bersifat nasional ini diatur dalam bab VIII.

Saka Wira Kartika adalah salah satu Satuan Karya Pramuka yang memberikan pengetahuan dan keterampilan khusus di bidang matra darat. Matra darat adalah segala aktifitas dan kegiatan yang dilakukan secara terorganisir, perorangan ataupun kelompok yang memanfaatkan kondisi alam di darat seperti hutan, gunung, rawa, dan sungai. Saka Wira Kartika dibentuk berdasarkan Keputusan Bersama antara TNI AD dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Saka Wira Kartika

Baca Juga :

Lambang Saka Wira Kartika

Lambang Saka Wira Kartika berbentuk segi lima beraturan dengan warda dasar merah dan putih. Di dalam segi lima tersebut terdapat gambar Kartika Eka Paksi, 2 buah tunas kelapa, 2 untai batang padi yang menguning, dan pita bertuliskan Saka Wira Kartika.

Lambang Saka Wira Kartika
Lambang Saka Wira Kartika

Arti Lambang Saka Wira Kartika

Lambang Saka Wira Kartika mempunyai arti :
  1. Warna dasar merah putih melambangkan bendera kebangsaan Republik Indonesia
  2. Lambang Kartika Eka Paksi, terdiri atas kata "kartika" yang berarti bintang, "eka" yang berarti satu, dan "paksi" yang berarti burung. Di atas burung terdapat Bintang Emas yang melambangkan kemenangan yang gemilang. Di dada Burung terdapat warna Merah Putih dan yang melambangkan kesucian dan keberanian. Sehingga keseluruhan melambangkan keperkasaan tanpa tanding dalam menjujung tinggi cita-cita luhur bangsa Indonesia.
  3. Tunas Kelapa Gerakan Pramuka. Melambangkan bahwa setiap anggota Gerakan Pramuka hendaknya serbaguna. Seperti kegunaan seluruh bagian pohon kelapa.
  4. Dua tangkai padi yang menguning melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan.
  5. Segilima, Melambangkan Dasar Negara Republik Indonesia, yakni Pancasila.
  6. Garis tepi warna kuning, melambangkan jiwa Pramuka yang kesatria.
  7. Untaian pita berwarna merah dengan tulisan Saka Wira Kartika berwarna hitam :
    • Warna Pita merah melambangkan keberanian.
    • Warna tulisan hitam melambangkan ketegasan.
  8. Tulisan Saka Wira Kartika :
    • Saka (Satuan Karya Pramuka) adalah wadah pendidikan guna menyakurkan minat, mengembangkan bakat, dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang Ilmu pengetahuan dan tehnologi.
    • Wira adalah kesatria muda yang terampil, tangkas dan cerdas.
    • Kartika adalah bintang yang tinggi, melambangkan cita-cita yang tinggi dan berbudi luhur. 

Penggunaan dan Pemakaian Lambang Saka Wira Kartika

Lambang Saka Wira Kartika dipergunakan untuk :
  1. Tanda Pengenal anggota Saka Wira Kartika
    Sebagai tanda pengenal, lambang Saka Wira Kartika dibuat dari kain. Tanda Pengenal satuan ini dikenakan di seragam pramuka pada lengan baju sebelah kiri. Pemakaian tanda ini hanya boleh dilakukan jika anggota sedang mengikuti kegiatan Saka Wira Kartika atau mewakili atas nama Saka Wira Kartika.
  2. Bendera Saka Wira Kartika
    Bendera Saka Wira Kartika berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran empat berbanding tiga. Di tengahnya terdapat lambang Saka Wira Kartika dengan tulisan "Saka Wira Kartika" di atas warna dasar berwarna hijau.

Monday, March 31, 2014

Lambang Saka Bahari dan Arti Kiasannya

Lambang Saka Bahari dan Arti Kiasannya

Lambang Saka Bahari tentu memiliki arti kiasan. Sebagaimana lambang-lambang lainnya, semisal lambang gerakan Pramuka dan lambang Saka Bhayangkara, bentuk, bahan, ukuran, dan arti lambang Satuan Karya Pramuka Bahari telah ditentukan dan termuat dalam peraturan khusus.

Adalah Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 158 Tahun 2011 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bahari yang memuat tentang bentuk, bahan, ukuran, dan arti lambang Saka Bahari dalam salah satu pasalnya. Keputusan tersebut dimaksudkan sebagai pedoman bagi kwartir dan gugusdepan Gerakan Pramuka dalam mengembangkan Saka Bahari.

Saka Bahari sendiri merupakan salah satu Satuan Karya Pramuka yang bersifat nasional. Saka Bahari adalah wadah pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kebaharian yang berguna bagi diri pribadi, keluarga, dan lingkungan serta dapat menjadi bekal dalam mengembangkan lapangan kerja.

Selengkapnya mengenai Saka Bahari baca artikel : Saka Bahari.

anggota saka bahari dan lambang saka bahari
Dua anggota Saka Bahari menyelam dengan membawa lambang Saka Bahari

Bentuk, Gambar, dan Warna Lambang Saka Bahari

Lambang Saka Bahari telah diatur dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 158 Tahun 2011, Bab IX tentang Lambang, Bendera, Tanda Jabatan, Papan Nama, dan Stempel. Dalam Petunjuk Penyelenggaraan tersebut disebutkan bahwa lambang Saka Bahari dibuat dari kain, berbentuk segi lima beraturan dengan panjang sisi masing-masing 5 cm dan besar setiap sudutnya 1080.

Dalam lambang tersebut terdapat gambar dan warna yang meliputi :
  1. Bidang segi lima beraturan ini diberi gambar bingkai keliling berbentuk tali berpilin, selebar 3 mm, berwarna kuning emas. Panjang sisi luar bingkai tali ini masing-masing 4,5 cm. Di bagian luar bingkai tali ini diberi bingkai berwarna biru tua.
  2. Dasar bidang segi lima beraturan ini dibagi menjadi dua bagian oleh sebuah garis lurus mendatar, sehingga ada bagian atas dan bagian bawah, masing-masing setinggi setengah tinggi segi lima beraturan. Bagian atas berwarna biru langit (biru muda) dan bagian bawah berwarna biru tua (biru laut).
  3. Di tengah bidang segi lima beraturan ini terdapat gambar: 
    1. Sebuah jangkar berwarna kuning emas;
    2. Rantai yang melilit jangkar berwarna hitam;
    3. Dua buah silhoutte tunas kelapa berpasangan berwarna putih, yang menutup sebagian dari jangkar dan rantai tersebut diatas;
    4. Di bawah gambar jangkar terdapat gambar pita selebar 0,75 cm berwarna kuning emas, bertuliskan huruf kapital Saka Bahari berwarna merah.
Gambar selengkapnya adalah sebagai berikut :


Arti Lambang Saka Bahari

Arti lambang Saka Bahari bisa diuraikan dalam tiga bagian yang meliputi : arti gambar Saka Bahari, arti warna Saka Bahari, dan arti lambang Saka Bahari secara keseluruhan. Adapun arti gambar Saka Bahari adalah :

  1. Bentuk segi lima beraturan melambangkan falsafah bangsa Indonesia yaitu Pancasila.
  2. Tali melingkar melambangkan persatuan dan persaudaraan yang erat.
  3. Jangkar dan rantai melambangkan kegiatan kebaharian.
  4. Tunas kelapa berpasangan melambangkan Pramuka putra dan putri yang masih murni; disamping mempunyai makna seperti arti lambang Gerakan Pramuka pada umumnya.
  5. Pita yang melambai bertuliskan  SAKA BAHARI melambangkan kejayaan Saka Bahari.

Arti warna dalam lambang Saka Bahari adalah :
  1. Warna dasar biru muda dan biru tua melambangkan langit dan laut yang menggambarkan potensi bahari yang luas dan penuh harapan.
  2. Kuning emas menggambarkan keagungan dan kejayaan.
  3. Putih menggambarkan kesucian dan kemurnian.
  4. Merah menggambarkan keberanian.
  5. Hitam menggambarkan kedalaman laut, ilmu dan keabadian.

Dari arti gambar dan warna sebagaimana tersebut di atas, secara keseluruhan lambang Saka Bahari mengandung arti bahwa dengan menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari anggota Saka Bahari menyadari akan tanggung jawabnya sebagai tunas harapan bangsa, berusaha meningkatkan ilmu, kecakapan dan kemampuannya memanfaatkan, melestarikan / mengabadikan potensi bahari serta membina jiwa kebaharian warisan nenek moyang bangsa Indonesia menjadikan laut sebagai alat pembinaan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, membina keberanian untuk menghadapi segala tantangan, demi abadinya kejayaan keagungan dan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia.

Pemakaian Lambang Saka Bahari


  1. Lambang Satuan Karya Pramuka Bahari dikenakan atau dipakai pada waktu mengikuti kegiatan kepramukaan dan selama yang bersangkutan masih aktif sebagai anggota Saka Bahari.
  2. Lambang Saka Bahari ditempatkan pada lengan baju sebelah kiri, kira-kira 3 cm di bawah jahitan pundak bahu, sedangkan pada lengan baju kanan ditempatkan tanda lokasi, dipasang sekitar 4 cm dari jahitan baju.
  3. Lambang Saka Bahari dipakai oleh anggota Saka Bahari, Dewan Saka Bahari, Pamong Saka Bahari, Instruktur Saka Bahari, Pimpinan Saka Bahari dan Majelis Pembimbing Saka Bahari.

Sunday, February 23, 2014

Bentuk dan Arti Lambang Saka Bhayangkara

Bentuk dan Arti Lambang Saka Bhayangkara

Bentuk dan arti lambang Saka Bhayangkara tentu bukan hal yang asing bagi setiap anggota Satuan Karya Pramuka Bhayangkara. Sebagai seorang anggota, pengenalan akan bentuk lambang Saka Bhayangkara beserta arti kiasan yang dikandungnya menjadi pengetahuan dasar yang harus dikuasai. Namun bagi yang belum mengetahuinya, jangan khawatir Blog Materi Pramuka ini akan membahasnya.

Terkait dengan lambang Saka Bhayangkara lengkap dengar arti yang terkandungnya dijabarkan dalam Keputusan Kwarnas Nomor 159 Tahun 2011 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara. (klik untuk : Baca dan Download PP Saka Bayangkara). Penjelasannya dapat ditemukan di Bab X tentang Lambang, Bendera, Tanda Jabatan, Papan Nama, dan Stempel.

Saka Bhayangkara sendiri merupakan salah satu Satuan Karya Pramuka yang bersifat Nasional. Pembentukan dan pembinaan Saka Bhayangkara dilaksanakan melalui kerja sama antara Gerakan Pramuka dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Karena itu, lambang Satuan karya Pramuka ini bisa dibilang identik dengan kepolisian. Di samping Saka Bhayangkara terdapat berbagai Saka lainnya semisal Saka Bahari, Saka Bhakti Husada, Saka Dirgantara, Saka Taruna Bumi, Saka, Kalpataru, Saka Kencana, Saka Pariwisata, Saka Wira Kartika, Saka Widya Budaya Bakti, dan Saka Wanabakti.

saka bhayangkara
Anggota Saka Bhayangkara dengan lambang sakanya

Bentuk Lambang Saka Bhayangkara

Lambang Satuan Karya Pramuka Bhayangkara berbentuk segi lima beraturan. Masing-masing sisi berukuran panjang 5 cm. Dalam lambang tersebut termuat gambar-gambar yang meliputi:
  1. Perisai dengan ukuran : sisi atas 3,5 cm, sisi miring atas kanan dan kiri masing-masing 1 cm, garis tegak tinggi 8 cm, dan garis tegak mendatar 8 cm.
  2. Bintang tiga dengan garis tengah masing-masing 0,5 cm.
  3. Obor dengan tangkai setinggi 1,5 cm dan nyala api setinggi 1 cm.
  4. Gambar lambang Gerakan Pramuka yang berupa sepasang tunas kelapa yang simetris dengan ukuran garis tengah 1 cm, tinggi tunas 2 cm, dan panjang akar 0,5 cm.
  5. Tulisan "SAKA BHAYANGKARA" dengan huruf kapital.
Warna-warna dalam lambang Saka Bhayangkara , meliputi:
  1. Warna dasar : merah
  2. Warna dasar perisai bagian atas : kuning sedangkan bagian bawah : hitam.
  3. Warna tunas kelapa : kuning tua
  4. Warna obor : nyala api (merah), tangkai obor bagian bawah (putih), dan tangkai obor bagian atas (hitam dengan garis putih di tengahnya).
  5. Warna tiga bintang : kuning tua
  6. Warna tulisan : hitam
  7. Warna bingkai : hitam
Lambang Saka Bhayangkara
Lambang Saka Bhayangkara

Arti Kiasan Lambang Saka Bhayangkara

Setelah mengetahui bentuk, sekarang kita simak arti kiasan yang terkandung dalam lambang Satuan Karya Pramuka Bhayangkara. Arti lambang Saka Bhayangkara sebagaimana tertulis dalam Bab X Poin 1f PP Saka Bhayangkara adalah :
  1. Bentuk segi lima melambangkan falsafah Pancasila.
  2. Bintang tiga dan perisai melambangkan Tribrata dan Catur Prasetya sebagai Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia.
  3. Obor melambangkan sumber terang sejati.
  4. Api yang cahanya menjulang tiga bagian melambangkan Triwikrama (tiga pancaran cahaya) yaitu :
    • Kesadaran;
    • Kewaspadaan (Kawaskitaan);
    • Kebijaksanaan.
  5. Tunas Kelapa menggambarkan Lambang Gerakan Pramuka dengan segala arti kiasannya.
  6. Keseluruhan Lambang Saka Bhayangkara mencerminkan sikap perilaku dan perbuatan anggota Saka Bhayangkara yang aktif berperan serta membantu usaha memelihara dan membina tertib hukum dan ketentraman masyarakat, guna mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, yang mampu menunjang keberhasilan pembangunan, serta mampu menjamin tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pemakaian Lambang Saka Bhayangkara

  1. Tanda Saka Bhayangkara dipakai oleh anggota Saka Bhayangkara, Dewan Saka Bhayangkara, Pemimpin dan Wakil Pemimpin Krida, Pamong Saka Bhayangkara, 
  2. Instruktur Saka Bhayangkara, Pimpinan Saka Bhayangkara dan Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara.
  3. Tanda Saka Bhayangkara dikenakan/dipakai pada waktu mengikuti kegiatan kepramukaan, dan selama yang bersangkutan masih aktif sebagai anggota Saka Bhayangkara.
  4. Tanda Saka Bhayangkara ditempatkan pada lengan baju seragam pramuka sebelah kiri sedangkan pada lengan baju sebelah kanan ditempatkan tanda lokasi.
Itulah sedikit tentang bentuk, arti kiasan, dan penggunaan (pemakaian) lambang Saka (Satuan Karya Pramuka) Bhayangkara.